<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:googleplay="http://www.google.com/schemas/play-podcasts/1.0"><channel><title><![CDATA[The Sandwich Manager's Playbook: Influence Others]]></title><description><![CDATA[Bikin ide didenger, balikin kepercayaan, dan punya pengaruh tanpa harus punya jabatan.]]></description><link>https://www.careerbuddy.id/s/influence-others</link><image><url>https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!lEP2!,w_256,c_limit,f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F8d7789d4-caf0-4a60-ac3b-ca58da3a9776_500x500.png</url><title>The Sandwich Manager&apos;s Playbook: Influence Others</title><link>https://www.careerbuddy.id/s/influence-others</link></image><generator>Substack</generator><lastBuildDate>Sat, 29 Aug 2026 10:02:02 GMT</lastBuildDate><atom:link href="https://www.careerbuddy.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml"/><copyright><![CDATA[Vicarious Learning Academy]]></copyright><language><![CDATA[en]]></language><webMaster><![CDATA[careerbuddyid@substack.com]]></webMaster><itunes:owner><itunes:email><![CDATA[careerbuddyid@substack.com]]></itunes:email><itunes:name><![CDATA[Vicario Reinaldo]]></itunes:name></itunes:owner><itunes:author><![CDATA[Vicario Reinaldo]]></itunes:author><googleplay:owner><![CDATA[careerbuddyid@substack.com]]></googleplay:owner><googleplay:email><![CDATA[careerbuddyid@substack.com]]></googleplay:email><googleplay:author><![CDATA[Vicario Reinaldo]]></googleplay:author><itunes:block><![CDATA[Yes]]></itunes:block><item><title><![CDATA[Cara nyiapin presentasi ke atasan yang cuma dikasih 20 menit]]></title><description><![CDATA[Teknik jitu yang bikin presentasi lo meyakinkan]]></description><link>https://www.careerbuddy.id/p/cara-nyiapin-presentasi-ke-atasan</link><guid isPermaLink="false">https://www.careerbuddy.id/p/cara-nyiapin-presentasi-ke-atasan</guid><dc:creator><![CDATA[Vicario Reinaldo]]></dc:creator><pubDate>Sat, 29 Aug 2026 08:29:43 GMT</pubDate><enclosure url="https://substack-post-media.s3.amazonaws.com/public/images/f1ab1630-8c42-4ed1-8759-09184e6ae8fe_2816x1536.jpeg" length="0" type="image/jpeg"/><content:encoded><![CDATA[<p>Hi, buddy!</p><p>Minggu ini gue mau ngomongin kenapa analisa yang bener sering kalah di ruangan yang cuma kasih waktu 20 menit:</p><ul><li><p>Kenapa nulis satu kalimat kesimpulan sebelum bikin slide itu ngubah hasil rapat lebih besar dari desain deck yang rapi</p></li><li><p>Kenapa nunjukin semua yang udah lo kerjain justru bikin rekomendasi lo makin susah diterima</p></li><li><p>Cara nyiapin jawaban buat pertanyaan yang paling ga pengen lo denger, sebelum pertanyaan itu keluar</p></li></ul><p>Kebanyakan orang baru sadar ada yang salah pas rapatnya udah lewat. Rekomendasinya ga ditolak, cuma ga diputusin.</p><p>Berubah jadi "nanti kita bahas lagi", terus hilang.</p><p>Gue lihat pola ini berulang di kelas manager selama empat tahun terakhir. Mereka datang bawa keluhan yang sama: "materi gue udah lengkap, tapi bosnya ga fokus."</p><p>Pas gue minta buka decknya, isinya hampir selalu mirip.</p><p>Kesimpulannya baru ada setelah halaman 10.</p><p>Ruang rapat level atas ga jalan dengan urutan itu. Mereka mulai dari kesimpulan, terus nguji alasannya, terus minta datanya kalau alasannya belum meyakinkan. Kebalik total dari urutan kerja.</p><p>Di edisi ini, gue akan breakdown tiga langkah persiapan sebelum lo buka file presentasi, supaya rekomendasi lo keluar dari ruangan sebagai keputusan, bukan sebagai laporan.</p><h2>Langkah pertama: Tulis satu hal yang lo mau audiens lo inget</h2><p>Satu kalimat. Di kertas. Tanpa kata "dan" di tengahnya.</p><p>Yang bikin ini susah bukan kemampuan nulis. Yang bikin susah itu keyakinan bahwa kesimpulan bakal muncul sendiri begitu datanya udah rapi. Jadi orang buka file, mulai dari struktur folder analisanya, dan berharap ada momen di mana semuanya nyambung.</p><p>Momen itu jarang datang. Yang datang biasanya deadline.</p><blockquote><p>"The Big Idea boils the so-what down even further: to a single sentence."<br>Cole Nussbaumer Knaflic, <em>Storytelling With Data</em></p></blockquote><p>Cara praktisnya begini. Sebelum lo sentuh deck, jawab satu pertanyaan: kalau lo cuma punya tiga menit dan ga boleh buka laptop, apa yang harus mereka tahu? Tulis jawabannya. Kalau butuh dua kalimat, artinya lo belum selesai mikir.</p><p>Contoh kalimat yang belum jadi: "Kita mau bahas performa segmen ritel semester ini."</p><p>Contoh kalimat yang udah jadi: "Rekomendasinya tunda peluncuran tiga bulan, karena tiga dari lima cabang belum punya kapasitas operasional."</p><p><strong>Slide itu alat bantu, bukan alat mikir.</strong></p><h2>Langkah kedua: tunjukkin data yang relevan doang buat back up poin sebelumnya</h2><p>Ini bagian yang paling nyakitin. Lo kerja tiga minggu, ada 40 halaman analisa, semuanya valid. Terus gue minta lo buang 35 halaman.</p><p>Mitosnya: kerja tiga minggu harus kelihatan seperti kerja tiga minggu, kalau enggak nanti ga dihargain. Jadi semuanya dimasukin, biar keliatan effort-nya.</p><p>Yang beneran kejadian, atasan lo ga lagi ngitung effort. Dia lagi ngitung berapa lama sampai dia ngerti. Setiap halaman tambahan itu bukan bukti kerja keras, itu biaya buat orang yang waktunya paling sedikit di ruangan.</p><blockquote><p>"If you confuse, you'll lose."<br>Donald Miller, <em>Building a StoryBrand</em></p></blockquote><p>Praktiknya: ambil kesimpulan dari langkah pertama, terus tanya "kenapa?" Jawabannya bakal ada tujuh, delapan, sepuluh. Pilih tiga yang paling kuat. Sisanya pindahin ke lampiran, jangan dibuang. Lampiran itu tempat yang bener buat pekerjaan yang bagus tapi ga perlu diomongin.</p><p><strong>Yang lo buang itu justru bukti lo udah mikir.</strong></p><h2>Langkah ketiga: siapin jawaban buat pertanyaan yang paling susah</h2><p>Kebanyakan orang latihan bagian yang udah dikuasain. Ngulang-ngulang slide pembuka, ngapalin angka yang udah hafal. Bagian yang bikin panik justru dilewat, karena ngebayanginnya aja udah ga enak.</p><p>Annie Duke punya nama buat kebalikannya:</p><blockquote><p>"Premortem: imagining yourself at some time in the future, having failed to achieve a goal, and looking back at how you arrived at that destination."<br>Annie Duke, <em>How to Decide</em></p></blockquote><p>Buat presentasi, versinya sederhana. Bayangin rapatnya udah selesai dan rekomendasi lo ga jadi diambil. Terus tanya: pertanyaan apa yang bikin itu terjadi?</p><p>Biasanya jawabannya jatuh ke tiga jenis. Soal angka ("ini dari mana?"), soal asumsi ("kalau kondisinya beda gimana?"), atau soal biaya ("berapa yang harus dikeluarin?"). Tulis ketiganya, jawab masing-masing dalam satu kalimat, hafalin kalimat itu.</p><p>Pas pertanyaannya beneran keluar, jangan langsung jawab. Parafrase dulu: "Jadi pertanyaannya soal sumber angkanya, betul?" Dua detik itu yang lo butuhin, dan sekaligus mastiin yang lo jawab memang yang ditanya.</p><p><strong>Pertanyaan yang bikin panik itu hampir selalu pertanyaan yang sebenarnya udah kepikiran, cuma ga pernah ditulis.</strong></p><h2>Let's recap</h2><p>Kita udah bahas tiga hal:</p><ul><li><p>Presentasi yang ga didengar biasanya bukan masalah pembawaan, tapi masalah urutan</p></li><li><p>Kesimpulan ditulis duluan dalam satu kalimat, alasannya dipilih tiga, sisanya masuk lampiran</p></li><li><p>Yang dilatih itu pertanyaan yang paling ga pengen didenger, bukan slide pembuka</p></li></ul><p>Sebagai langkah berikutnya, gue saranin satu hal konkret: ambil satu deck yang jadwal presentasinya paling dekat, dan sebelum Jumat depan, tulis ulang kesimpulannya jadi satu kalimat di atas kertas, tanpa buka file-nya. Kalau lo ga bisa nulis kalimat itu tanpa ngintip slide, decknya belum siap dibawa ke ruangan.</p><p>Good luck, buddy!</p><div><hr></div><p>Ada beberapa cara untuk belajar lebih dalam sama gue, silakan pilih yang cocok sama kebutuhan lo.</p><p><strong>Corporate Workshop Program</strong><br>Udah ada 80+ organisasi yang ngundang gue buat ngisi workshop soal Strategic Thinking, Building a High-Performing Team, dan Professional Communication.<br>Cek detailnya <a href="https://www.vicarioreinaldo.com">di sini</a>.</p><p><strong>Buku Solid Skills</strong><br>Udah ada 2.000+ orang yang udah mempelajari 5 skills yang akan bikin lo selalu relevan di dunia kerja melalui buku Solid Skills.<br>Cek detailnya <a href="https://www.vicarioreinaldo.com/book">di sini</a>.</p><div class="subscription-widget-wrap-editor" data-attrs="{&quot;url&quot;:&quot;https://www.careerbuddy.id/subscribe?&quot;,&quot;text&quot;:&quot;Subscribe&quot;,&quot;language&quot;:&quot;en&quot;}" data-component-name="SubscribeWidgetToDOM"><div class="subscription-widget show-subscribe"><div class="preamble"><p class="cta-caption">Thanks for reading The Sandwich Manager's Playbook! Subscribe for free to receive new posts and support my work.</p></div><form class="subscription-widget-subscribe"><input type="email" class="email-input" name="email" placeholder="Type your email&#8230;" tabindex="-1"><input type="submit" class="button primary" value="Subscribe"><div class="fake-input-wrapper"><div class="fake-input"></div><div class="fake-button"></div></div></form></div></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Cara beda pendapat tanpa jadi musuh]]></title><description><![CDATA[Tiga langkah biar ketidaksetujuan kedengeran kayak solusi, bukan penolakan]]></description><link>https://www.careerbuddy.id/p/cara-beda-pendapat-tanpa-jadi-musuh</link><guid isPermaLink="false">https://www.careerbuddy.id/p/cara-beda-pendapat-tanpa-jadi-musuh</guid><dc:creator><![CDATA[Vicario Reinaldo]]></dc:creator><pubDate>Sat, 22 Aug 2026 02:00:30 GMT</pubDate><enclosure url="https://substack-post-media.s3.amazonaws.com/public/images/f72e0fb6-efdf-41ea-855a-fd73fdb325f6_1911x1075.jpeg" length="0" type="image/jpeg"/><content:encoded><![CDATA[<p>Hi, buddy!</p><p>Minggu ini gue mau ngomongin satu hal yang bikin banyak manager bagus mentok di posisinya: <strong>cara mengatakan tidak secara efektif</strong></p><ul><li><p>Kenapa kata pertama yang keluar lebih nentuin hasil daripada seberapa kuat datanya.</p></li><li><p>Kenapa atasan yang keliatannya emosional biasanya cuma punya beberapa pemicu yang bisa dipetakan.</p></li><li><p>Cara misahin konflik yang ngerusak tim dari konflik yang justru bikin keputusannya lebih bagus.</p></li></ul><p>Yang bikin ini mahal: hampir semua orang nunggu sampai udah kesel dulu baru ngomong. Padahal begitu percakapannya dibuka dalam kondisi kesel, isinya udah ga penting lagi.</p><p>Waktu pertama jadi manager, gue ngukur kesehatan tim dari seberapa tenang meeting-nya. Tiap ada yang mulai ngotot, gue potong. Gue bilang "oke nanti kita bahas offline", terus ga pernah dibahas. Meeting gue tenang banget jadinya.</p><p>Yang gue ga sadar selama berbulan-bulan: gue ga bikin tim yang harmonis.</p><p>Gue bikin tim yang berhenti ngomong.</p><p>Di edisi ini, gue akan breakdown tiga langkah buat beda pendapat, ke atas maupun ke bawah, supaya ketidaksetujuan berhenti berasa kayak serangan dan mulai berfungsi kayak informasi.</p><p>Tapi sebelum masuk ke langkah-langkahnya, gue punya sedikit info</p><p><span>Buat lo yang sering deg-degan tiap kali harus presentasi ke BOD &#8212; tanggal 25 Agustus nanti ada sesi gratis bareng gue. Kuotanya cuma 100 orang dan nggak ada rekaman, jadi kalau mau ikut, catat tanggalnya dari sekarang. Cek detailnya </span><a href="http://bit.ly/SOLID-Webinar">di sini</a><span>.</span></p><div class="captioned-image-container"><figure><a class="image-link image2 is-viewable-img" target="_blank" href="https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!gAj-!,f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F275e891b-90a9-4f1c-b555-56710ebe29f7_1200x1500.png" data-component-name="Image2ToDOM"><div class="image2-inset"><picture><source type="image/webp" srcset="https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!gAj-!,w_424,c_limit,f_webp,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F275e891b-90a9-4f1c-b555-56710ebe29f7_1200x1500.png 424w, https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!gAj-!,w_848,c_limit,f_webp,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F275e891b-90a9-4f1c-b555-56710ebe29f7_1200x1500.png 848w, https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!gAj-!,w_1272,c_limit,f_webp,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F275e891b-90a9-4f1c-b555-56710ebe29f7_1200x1500.png 1272w, https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!gAj-!,w_1456,c_limit,f_webp,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F275e891b-90a9-4f1c-b555-56710ebe29f7_1200x1500.png 1456w" sizes="100vw"><img src="https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!gAj-!,w_1456,c_limit,f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F275e891b-90a9-4f1c-b555-56710ebe29f7_1200x1500.png" width="1200" height="1500" data-attrs="{&quot;src&quot;:&quot;https://substack-post-media.s3.amazonaws.com/public/images/275e891b-90a9-4f1c-b555-56710ebe29f7_1200x1500.png&quot;,&quot;srcNoWatermark&quot;:null,&quot;fullscreen&quot;:null,&quot;imageSize&quot;:null,&quot;height&quot;:1500,&quot;width&quot;:1200,&quot;resizeWidth&quot;:null,&quot;bytes&quot;:1340515,&quot;alt&quot;:null,&quot;title&quot;:null,&quot;type&quot;:&quot;image/png&quot;,&quot;href&quot;:null,&quot;belowTheFold&quot;:true,&quot;topImage&quot;:false,&quot;internalRedirect&quot;:&quot;https://www.careerbuddy.id/i/211526499?img=https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F275e891b-90a9-4f1c-b555-56710ebe29f7_1200x1500.png&quot;,&quot;isProcessing&quot;:false,&quot;align&quot;:null,&quot;offset&quot;:false}" class="sizing-normal" alt="" srcset="https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!gAj-!,w_424,c_limit,f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F275e891b-90a9-4f1c-b555-56710ebe29f7_1200x1500.png 424w, https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!gAj-!,w_848,c_limit,f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F275e891b-90a9-4f1c-b555-56710ebe29f7_1200x1500.png 848w, https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!gAj-!,w_1272,c_limit,f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F275e891b-90a9-4f1c-b555-56710ebe29f7_1200x1500.png 1272w, https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!gAj-!,w_1456,c_limit,f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F275e891b-90a9-4f1c-b555-56710ebe29f7_1200x1500.png 1456w" sizes="100vw" loading="lazy"></picture><div class="image-link-expand"><div class="pencraft pc-display-flex pc-gap-8 pc-reset"><button tabindex="0" type="button" class="pencraft pc-reset pencraft icon-container restack-image"><svg aria-hidden="true" width="20" height="20" viewBox="0 0 20 20" fill="none" stroke-width="1.5" stroke="var(--color-fg-primary)" stroke-linecap="round" stroke-linejoin="round" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg"><g><path d="M2.53001 7.81595C3.49179 4.73911 6.43281 2.5 9.91173 2.5C13.1684 2.5 15.9537 4.46214 17.0852 7.23684L17.6179 8.67647M17.6179 8.67647L18.5002 4.26471M17.6179 8.67647L13.6473 6.91176M17.4995 12.1841C16.5378 15.2609 13.5967 17.5 10.1178 17.5C6.86118 17.5 4.07589 15.5379 2.94432 12.7632L2.41165 11.3235M2.41165 11.3235L1.5293 15.7353M2.41165 11.3235L6.38224 13.0882"></path></g></svg></button><button tabindex="0" type="button" class="pencraft pc-reset pencraft icon-container view-image"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="20" height="20" viewBox="0 0 24 24" fill="none" stroke="currentColor" stroke-width="2" stroke-linecap="round" stroke-linejoin="round" class="lucide lucide-maximize2 lucide-maximize-2"><polyline points="15 3 21 3 21 9"></polyline><polyline points="9 21 3 21 3 15"></polyline><line x1="21" x2="14" y1="3" y2="10"></line><line x1="3" x2="10" y1="21" y2="14"></line></svg></button></div></div></div></a></figure></div><p class="button-wrapper" data-attrs="{&quot;url&quot;:&quot;https://bit.ly/SOLID-Webinar&quot;,&quot;text&quot;:&quot;Daftar Di Sini&quot;,&quot;action&quot;:null,&quot;class&quot;:null}" data-component-name="ButtonCreateButton"><a class="button primary" href="https://bit.ly/SOLID-Webinar"><span>Daftar Di Sini</span></a></p><p>Kembali ke topik minggu ini, jadi apa aja langkahnya?</p><h2>Langkah pertama: berhenti mulai dari kata "nggak"</h2><p>Ini kelihatan sepele sampai kelihatan datanya. Di sesi training negosiasi buat manager bulan ini, polanya konsisten: yang paling sering gagal bukan yang argumennya lemah. Yang gagal adalah yang buka kalimatnya dengan penolakan. "Ga bisa, Pak." "Maaf, berat." "Ini susah."</p><p>Begitu kata pertamanya penolakan, lawan bicara berhenti dengerin isinya dan mulai ngurusin perasaannya.</p><p>Mitosnya: kalau ga langsung nolak, nanti dianggap iya. Kenyataannya, tujuannya bukan nolak. Tujuannya negosiasiin salah satu dari tiga hal: <strong>deadline-nya, prioritasnya, atau tingkat detailnya.</strong></p><p>Yang dilakuin sebagai gantinya: buka dengan konteks, tutup dengan konsekuensi.</p><ul><li><p>Sebutin dulu apa yang udah direncanain hari itu. Bukan buat ngeluh, buat ngasih peta.</p></li><li><p>Jelasin trade-off-nya secara spesifik. "Kalau ini masuk hari ini, laporan yang kemarin diminta jadi versi kasar."</p></li><li><p>Tutup dengan pilihan, bukan dengan keputusan. "Mau tetap begitu, atau geser satu hari biar dua-duanya rapi?"</p></li></ul><p>Cara ini ga lebih sopan. Cara ini cuma lebih susah dibantah, karena ga ada yang perlu dibuktikan salah.</p><p><strong>Penolakan ngundang perdebatan. Trade-off ngundang keputusan.</strong></p><h2>Langkah kedua: petain pemicunya sebelum nyimpulin orangnya</h2><p>Di sesi training bulan ini ada satu latihan yang bikin ruangan hening. Pesertanya disuruh nulis tiga hal soal atasan yang dianggap paling susah diajak ngomong: marahnya soal apa, jam berapa, dan cara nyampein yang kayak gimana.</p><p>Banyak yang nemu polanya dalam lima menit. Bukan orangnya yang emosional. Ada beberapa topik dan beberapa jam yang jadi pemicu, dan semuanya punya alasan.</p><p>Terus ada pertanyaan kedua yang lebih ga nyaman:</p><p>takutnya ini karena dia pernah beneran ngamuk atau karena kebayang aja bakal ngamuk?</p><p>Yang paling sering kejadian di ruangan: atasannya ternyata jauh lebih terbuka daripada yang dibayangin selama ini. Berbulan-bulan menghindar, berdasarkan sesuatu yang belum pernah kejadian.</p><p>Yang dilakuin sebagai gantinya:</p><ul><li><p>Bawa percakapan berat di jam yang tenang. Bukan jam 5 sore di akhir bulan, waktu semua angka lagi panas.</p></li><li><p>Bungkus masukan jadi pertanyaan, bukan keluhan. "Menurut Bapak, langkah yang udah dilakuin ini bener atau belum?" ngebuka diskusi; "kok mendadak terus" nutup diskusi.</p></li><li><p>Makin tinggi emosi orang di depan, makin turun nada bicaranya. Ini yang paling susah dilatih, dan yang paling cepat kelihatan hasilnya.</p></li></ul><blockquote><p>Gustavo Razzetti nulis soal aturan 50-50: waktu ada yang ga jalan, tanggung jawabnya dibagi rata, jadi setengah dari masalahnya selalu ada di sisi yang bisa dikontrol sendiri.</p></blockquote><p><strong>Sebelum nyimpulin orangnya susah, cek dulu situasi dari percakapannya.</strong></p><h2>Langkah terakhir: pisahin konflik ide dari konflik orang</h2><p>Langkah terakhir adalah berhenti matiin semua ketegangan di tim.</p><p>Ini yang paling lama gue salah pahami. Dari luar, dua jenis konflik ini bentuknya sama persis: orang naikin suara, ruangan jadi ga nyaman. Isinya beda jauh.</p><ul><li><p><strong>Konflik soal orang:</strong> siapa yang salah, siapa yang ga kompeten, siapa yang ga niat. Ini yang ngerusak tim dan ngerusak keputusan.</p></li><li><p><strong>Konflik soal ide:</strong> pendekatan mana yang bener, angka mana yang dipakai, urutan mana yang masuk akal. Ini justru yang bikin keputusannya lebih bagus.</p></li></ul><p>Mitosnya: tim yang sehat itu tim yang jarang berantem. Kenyataannya, tim yang ga pernah beda pendapat biasanya bukan tim yang sepakat. Biasanya tim yang udah tau bahwa ngomong ga ada gunanya.</p><p>Yang dilakuin sebagai gantinya, satu pertanyaan di kepala tiap kali suasana mulai panas: <strong>yang lagi dibahas ini orangnya, atau caranya?</strong></p><p>Kalau orangnya, hentikan di situ. Pindahin ke percakapan satu lawan satu, di luar ruangan.</p><p>Kalau caranya, biarin jalan. Malah dipanasin sedikit: tanya yang paling diem di ruangan itu setuju atau ga.</p><blockquote><p>Adam Grant di <em>Think Again</em> nulis satu kalimat yang paling sering gue kutip di sesi training: "The absence of conflict is not harmony, it's apathy."</p></blockquote><p><strong>Ruangan yang terlalu tenang bukan tanda sepakat. Sering kali itu tanda udah nyerah.</strong></p><h3>Let's recap</h3><p>Kita udah bahas tiga hal:</p><ul><li><p>Masalahnya bukan isi ketidaksetujuannya, masalahnya kata pertama yang keluar.</p></li><li><p>Atasan yang keliatannya emosional biasanya punya pemicu yang bisa dipetakan, dan rasa takutnya sering berdasarkan asumsi, bukan kejadian.</p></li><li><p>Konflik soal ide perlu dijaga hidup; konflik soal orang perlu dipindahin ke satu lawan satu.</p></li></ul><p>Sebagai langkah berikutnya, gue saranin satu hal konkret: <strong>dalam tujuh hari ke depan, ambil satu permintaan mendadak dan jawab pakai trade-off, bukan pakai "iya" atau "ga bisa".</strong> Satu kali aja. Catat responsnya. Biasanya jauh lebih adem daripada yang dibayangin.</p><p>Good luck, buddy!</p><div><hr></div><p>Ada beberapa cara untuk belajar lebih dalam sama gue, silakan pilih yang cocok sama kebutuhan lo.</p><p><strong>Corporate Workshop Program</strong><br>Udah ada 80+ organisasi yang ngundang gue buat ngisi workshop soal Strategic Thinking, Building a High-Performing Team, dan Professional Communication.<br>Cek detailnya <a href="https://www.vicarioreinaldo.com">di sini</a>.</p><p><strong>Buku Solid Skills</strong><br>Udah ada 2.000+ orang yang udah mempelajari 5 skills yang akan bikin lo selalu relevan di dunia kerja melalui buku Solid Skills.<br>Cek detailnya <a href="https://www.vicarioreinaldo.com/book">di sini</a>.</p><div class="subscription-widget-wrap-editor" data-attrs="{&quot;url&quot;:&quot;https://www.careerbuddy.id/subscribe?&quot;,&quot;text&quot;:&quot;Subscribe&quot;,&quot;language&quot;:&quot;en&quot;}" data-component-name="SubscribeWidgetToDOM"><div class="subscription-widget show-subscribe"><div class="preamble"><p class="cta-caption">Thanks for reading Career Buddy Newsletter! Subscribe for free to receive new posts and support my work.</p></div><form class="subscription-widget-subscribe"><input type="email" class="email-input" name="email" placeholder="Type your email&#8230;" tabindex="-1"><input type="submit" class="button primary" value="Subscribe"><div class="fake-input-wrapper"><div class="fake-input"></div><div class="fake-button"></div></div></form></div></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Kenapa yang kerja mati-matian malah gak dipromosi? |#141]]></title><description><![CDATA[Pernah gak lo ngerasa heran, kenapa justru orang yang paling sibuk di tim, malah gak jadi yang pertama dipromosi?]]></description><link>https://www.careerbuddy.id/p/kenapa-yang-kerja-mati-matian-malah</link><guid isPermaLink="false">https://www.careerbuddy.id/p/kenapa-yang-kerja-mati-matian-malah</guid><dc:creator><![CDATA[Vicario Reinaldo]]></dc:creator><pubDate>Wed, 22 Oct 2025 11:01:27 GMT</pubDate><enclosure url="https://substackcdn.com/image/youtube/w_728,c_limit/_z3ya86JCpE" length="0" type="image/jpeg"/><content:encoded><![CDATA[<p>Pernah gak lo ngerasa heran, kenapa justru orang yang paling sibuk di tim, malah gak jadi yang pertama dipromosi?</p><blockquote><p>Gue dulu mikir, kerja cepat dan banyak = tanda siap naik level.</p></blockquote><p>Tapi ternyata, gak selalu gitu.</p><p>Beberapa tahun lalu, gue ngalamin sendiri.</p><p>Kerjaan gue beres, target tercapai, bahkan sering jadi orang yang dipanggil kalo ada masalah mendadak.</p><p>Tapi pas promosi keluar, nama gue gak ada di daftar.</p><p>Akhirnya gue coba ngobrol sama manajer gue waktu itu.</p><p>Dari situ gue dapet satu pelajaran penting banget:</p><p>&#128073; &#8220;Kesibukan bukan bukti kesiapan naik level.&#8221;</p><p>Apalagi kalau sibuknya masih di hal-hal operasional, bukan strategis.</p><p>Buat atasan, itu sinyal bahwa lo masih susah digantikan di posisi sekarang, bukan siap buat tanggung jawab yang lebih besar.</p><p>Jadi meskipun kinerja lo bagus, yang mereka lihat tetap:</p><p><strong>&#8220;Dia jagonya di situ.&#8221;</strong></p><p>Bukan:</p><p><strong>&#8220;Dia udah bisa ngarahin orang lain biar jago juga.&#8221;</strong></p><p>Dan yang lebih tricky lagi, kadang bos lo justru takut kehilangan orang yang paling bisa diandalkan.</p><p>Kalau lo naik, siapa yang ngerjain semua yang lo pegang sekarang?</p><p><em>(Ya, seironis itu.)</em></p><p>Sekarang coba refleksi sebentar:</p><blockquote><p>Apakah kesibukan lo sekarang bantu lo buat naik level, atau malah bikin lo stuck di tempat yang sama?</p></blockquote><p>Kalau jawabannya yang kedua, berarti waktunya ubah strategi.</p><p>Gue bahas 5 langkah konkret buat siap promosi, tanpa harus nunggu bos sadar sendiri potensi lo.</p><p>Tonton di sini</p><div id="youtube2-_z3ya86JCpE" class="youtube-wrap" data-attrs="{&quot;videoId&quot;:&quot;_z3ya86JCpE&quot;,&quot;startTime&quot;:null,&quot;endTime&quot;:null}" data-component-name="Youtube2ToDOM"><div class="youtube-inner"><iframe src="https://www.youtube-nocookie.com/embed/_z3ya86JCpE?rel=0&amp;autoplay=0&amp;showinfo=0&amp;enablejsapi=0" frameborder="0" loading="lazy" gesture="media" allow="autoplay; fullscreen" allowautoplay="true" allowfullscreen="true" width="728" height="409"></iframe></div></div><p>Cheers,</p><p>Vicario</p><div class="subscription-widget-wrap-editor" data-attrs="{&quot;url&quot;:&quot;https://www.careerbuddy.id/subscribe?&quot;,&quot;text&quot;:&quot;Subscribe&quot;,&quot;language&quot;:&quot;en&quot;}" data-component-name="SubscribeWidgetToDOM"><div class="subscription-widget show-subscribe"><div class="preamble"><p class="cta-caption">Thanks for reading Career Buddy Newsletter! Subscribe for free to receive new posts and support my work.</p></div><form class="subscription-widget-subscribe"><input type="email" class="email-input" name="email" placeholder="Type your email&#8230;" tabindex="-1"><input type="submit" class="button primary" value="Subscribe"><div class="fake-input-wrapper"><div class="fake-input"></div><div class="fake-button"></div></div></form></div></div><p></p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[5 Kontribusi Meeting yang Bikin Lo Dianggap Leader Meski Tanpa Jabatan |#132]]></title><description><![CDATA[Hi buddy]]></description><link>https://www.careerbuddy.id/p/7-kontribusi-meeting-yang-bikin-lo</link><guid isPermaLink="false">https://www.careerbuddy.id/p/7-kontribusi-meeting-yang-bikin-lo</guid><dc:creator><![CDATA[Vicario Reinaldo]]></dc:creator><pubDate>Sat, 20 Sep 2025 03:00:32 GMT</pubDate><enclosure url="https://substack-post-media.s3.amazonaws.com/public/images/2e93146c-fe3d-43b8-a8fc-8cb8ec9002d7_5472x3648.jpeg" length="0" type="image/jpeg"/><content:encoded><![CDATA[<p>Hi buddy</p><p>Pernah gak ngerasa udah kerja keras banget, tapi kesempatan promosi atau switch karier kayaknya masih jauh?</p><p>Banyak orang stuck di fase ini karena gak punya roadmap yang jelas.</p><p>Nah, lewat <strong>Workshop + Book Signing SOLID Skills</strong> bareng gue, lo bakal dapet tools dan tips praktis buat unlock peluang karier yang jarang kebuka. Plus, ada sesi book signing dan networking juga.</p><div class="captioned-image-container"><figure><a class="image-link image2 is-viewable-img" target="_blank" href="https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!d4vl!,f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Ff8a17baa-f9b1-4dc3-a3f5-85107c5f9c19_1080x1080.png" data-component-name="Image2ToDOM"><div class="image2-inset"><picture><source type="image/webp" srcset="https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!d4vl!,w_424,c_limit,f_webp,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Ff8a17baa-f9b1-4dc3-a3f5-85107c5f9c19_1080x1080.png 424w, https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!d4vl!,w_848,c_limit,f_webp,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Ff8a17baa-f9b1-4dc3-a3f5-85107c5f9c19_1080x1080.png 848w, https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!d4vl!,w_1272,c_limit,f_webp,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Ff8a17baa-f9b1-4dc3-a3f5-85107c5f9c19_1080x1080.png 1272w, https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!d4vl!,w_1456,c_limit,f_webp,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Ff8a17baa-f9b1-4dc3-a3f5-85107c5f9c19_1080x1080.png 1456w" sizes="100vw"><img src="https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!d4vl!,w_1456,c_limit,f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Ff8a17baa-f9b1-4dc3-a3f5-85107c5f9c19_1080x1080.png" width="1080" height="1080" data-attrs="{&quot;src&quot;:&quot;https://substack-post-media.s3.amazonaws.com/public/images/f8a17baa-f9b1-4dc3-a3f5-85107c5f9c19_1080x1080.png&quot;,&quot;srcNoWatermark&quot;:null,&quot;fullscreen&quot;:null,&quot;imageSize&quot;:null,&quot;height&quot;:1080,&quot;width&quot;:1080,&quot;resizeWidth&quot;:null,&quot;bytes&quot;:168708,&quot;alt&quot;:null,&quot;title&quot;:null,&quot;type&quot;:&quot;image/png&quot;,&quot;href&quot;:null,&quot;belowTheFold&quot;:false,&quot;topImage&quot;:true,&quot;internalRedirect&quot;:&quot;https://www.careerbuddy.id/i/174006063?img=https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Ff8a17baa-f9b1-4dc3-a3f5-85107c5f9c19_1080x1080.png&quot;,&quot;isProcessing&quot;:false,&quot;align&quot;:null,&quot;offset&quot;:false}" class="sizing-normal" alt="" srcset="https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!d4vl!,w_424,c_limit,f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Ff8a17baa-f9b1-4dc3-a3f5-85107c5f9c19_1080x1080.png 424w, https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!d4vl!,w_848,c_limit,f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Ff8a17baa-f9b1-4dc3-a3f5-85107c5f9c19_1080x1080.png 848w, https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!d4vl!,w_1272,c_limit,f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Ff8a17baa-f9b1-4dc3-a3f5-85107c5f9c19_1080x1080.png 1272w, https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!d4vl!,w_1456,c_limit,f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Ff8a17baa-f9b1-4dc3-a3f5-85107c5f9c19_1080x1080.png 1456w" sizes="100vw" fetchpriority="high"></picture><div class="image-link-expand"><div class="pencraft pc-display-flex pc-gap-8 pc-reset"><button tabindex="0" type="button" class="pencraft pc-reset pencraft icon-container restack-image"><svg aria-hidden="true" width="20" height="20" viewBox="0 0 20 20" fill="none" stroke-width="1.5" stroke="var(--color-fg-primary)" stroke-linecap="round" stroke-linejoin="round" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg"><g><path d="M2.53001 7.81595C3.49179 4.73911 6.43281 2.5 9.91173 2.5C13.1684 2.5 15.9537 4.46214 17.0852 7.23684L17.6179 8.67647M17.6179 8.67647L18.5002 4.26471M17.6179 8.67647L13.6473 6.91176M17.4995 12.1841C16.5378 15.2609 13.5967 17.5 10.1178 17.5C6.86118 17.5 4.07589 15.5379 2.94432 12.7632L2.41165 11.3235M2.41165 11.3235L1.5293 15.7353M2.41165 11.3235L6.38224 13.0882"></path></g></svg></button><button tabindex="0" type="button" class="pencraft pc-reset pencraft icon-container view-image"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="20" height="20" viewBox="0 0 24 24" fill="none" stroke="currentColor" stroke-width="2" stroke-linecap="round" stroke-linejoin="round" class="lucide lucide-maximize2 lucide-maximize-2"><polyline points="15 3 21 3 21 9"></polyline><polyline points="9 21 3 21 3 15"></polyline><line x1="21" x2="14" y1="3" y2="10"></line><line x1="3" x2="10" y1="21" y2="14"></line></svg></button></div></div></div></a></figure></div><p class="button-wrapper" data-attrs="{&quot;url&quot;:&quot;https://luma.com/fw6o4jd2&quot;,&quot;text&quot;:&quot;Join di sini&quot;,&quot;action&quot;:null,&quot;class&quot;:null}" data-component-name="ButtonCreateButton"><a class="button primary" href="https://luma.com/fw6o4jd2"><span>Join di sini</span></a></p><p>Yuk kita mulai bahas topik hari ini</p><p>Gue pernah ada di meeting yang rasanya cuma buang-buang waktu.</p><p>Diskusi ngalor-ngidul, orang ngomong tumpang tindih, keputusan nggak jelas, dan akhirnya semua orang keluar ruangan masih bingung harus ngapain.</p><p>Lo pasti pernah juga kan ngalamin yang kayak gini?</p><p>Dari situ gue belajar, kalau kita mau meeting lebih efektif dan produktif, jangan cuma duduk pasif.</p><p>Mulailah kontribusi, entah lewat pertanyaan yang tepat, ngeringkas diskusi, atau ngelempar ide baru. Keliatan sepele, tapi impact-nya gede banget buat tim.</p><p>Bonusnya kalo lo jadi karyawan yang aktif, strategis, dan nunjukin value di meeting biasanya dipandang lebih positif sama atasan.</p><p>Ini bisa buka jalan buat promosi atau kemajuan karier. Karena perilaku proaktif kayak berani speak up, bantu memecahkan masalah, dan nunjukin keahlian itu jadi sinyal penting kalau lo punya potensi leadership.</p><p>Jadi, kontribusi kayak apa yang bisa bikin lo dianggap leader meski tanpa jabatan?</p><h3>1. Tanyain Gambaran Besar vs Hal Detail</h3><p>Leader selalu bisa liat sesuatu dari dua perspektif:</p><p>a. Fokus ke gambaran besar &#8594; tujuan, arah, strategi.</p><ul><li><p>"Tujuan utama project ini apa sih buat company?&#8221;</p></li><li><p>&#8220;Kalau sukses, impact terbesarnya apa ke tim/klien?&#8221;</p></li><li><p>&#8220;Strategi kita ini udah align sama prioritas jangka panjang atau belum?&#8221;</p></li></ul><p>b. Gali detail &#8594; siapa ngapain, kapan, risiko.</p><ul><li><p>&#8220;Siapa yang pegang task paling kritikal dan kapan deadline-nya?&#8221;</p></li><li><p>&#8220;Apa risiko paling besar yang harus kita antisipasi?"</p></li><li><p>&#8220;Kalau ada revisi, plan B kita gimana?&#8221;</p></li></ul><p>Pertanyaan kayak gini bikin diskusi lebih jelas, insight lebih tajam, dan lo keliatan mikir strategis.</p><h3>2. Kontribusi di Waktu yang Tepat</h3><p>Lo nggak harus ngomong tiap menit buat keliatan berkontribusi. Justru leader tahu kapan waktu yang pas buat speak up.</p><p>Timing yang tepat misalnya:</p><ul><li><p>Waktu keputusan penting lagi diambil.</p></li><li><p>Kalau lo punya insight unik atau pengalaman relevan.</p></li><li><p>Saat diskusi udah melebar ke mana-mana.</p></li><li><p>Kalau ada informasi yang belum lengkap.</p></li><li><p>Ketika asumsi dipakai tanpa dicek terlebih dulu.</p></li></ul><p>Dan yang paling penting, gak usah overthinking memilih waktu yang tepat, kadang lo cukup percaya intuisi lo.</p><h3>3. Ajukan Pertanyaan yang Berkualitas</h3><p>Cara lo nanya itu menentukan gimana orang ngeliat lo.</p><p>Pertanyaan standar sering kedengeran dangkal, sementara pertanyaan yang di-framing dengan tajam nunjukin kualitas kepemimpinan.</p><p>&#10060; Jangan gini: </p><p>&#8220;Udah kepikiran belum soal risiko budget kita?&#8221;</p><p>&#9989; Tapi gini:</p><p>Konteks: Budget kita lumayan ketat buat nutup semua kebutuhan.</p><p>Insight: Biasanya selalu ada biaya tambahan yang nggak ke-cover dan terprediksi sejak awal.</p><p>Ajak Diskusi: &#8220;Gimana kalau kita siapin buffer 5&#8211;10% biar lebih aman?&#8221;</p><p>Dengan framing kayak gini, lo bukan cuma &#8220;nanya&#8221;, tapi nunjukin kepedulian, pengalaman, dan ngajak tim mikir bareng.</p><h3>4. Ringkas Diskusi Jadi Kesimpulan</h3><p>Banyak meeting selesai tanpa kejelasan, semua orang pulang dengan interpretasi masing-masing.</p><p>Nah, lo bisa ambil peran sebagai orang yang narik benang merah.</p><p>Contoh:</p><p>&#8220;Oke, sejauh ini ada 3 hal yang kita sepakat: A, B, dan C.&#8221;</p><p>&#8220;Jadi next step-nya: X handle design, Y follow up ke client, deadline minggu depan.&#8221;</p><p>Simple, tapi powerful. Dengan cara ini, lo bikin semua orang pulang meeting dengan clarity.</p><h3>5. Ajukan Pertanyaan yang Buka Perspektif Baru</h3><p>Kadang meeting mentok karena semua orang pakai pola pikir yang sama.</p><p>Di sinilah lo bisa ambil peran dengan pertanyaan eksploratif.</p><p>Contoh:</p><p>&#8220;Kalau kita lihat dari sudut pandang user, apa tantangan mereka?&#8221;</p><p>&#8220;Kalau kompetitor ngeluarin fitur serupa bulan depan, strategi kita bakal berubah nggak?&#8221;</p><p>Pertanyaan kayak gini nunjukin lo visioner. Lo nggak cuma mikirin meeting hari ini, tapi juga konteks yang lebih luas.</p><p>Intinya, meeting yang efektif itu nggak lahir dari presentasi yang bagus doang.</p><p>Tapi dari cara orang-orang di ruangan, gimana mereka nanya, kapan mereka speak up, gimana mereka nge-frame masalah, sampai cara mereka nutup diskusi.</p><p>Kalau lo bisa kontribusi dengan cara yang tepat, meeting jadi lebih fokus, produktif, dan nggak berakhir sia-sia.</p><h3>Latihan</h3><p>Coba minggu ini pilih satu meeting buat latihan:</p><ul><li><p>Ajukan 1 pertanyaan gambaran besar / hal detail</p></li><li><p>Masuk di 1 momen yang tepat.</p></li><li><p>Reframe 1 pertanyaan lo jadi lebih berkualitas.</p></li><li><p>Ringkas diskusi sebelum selesai.</p></li><li><p>Lempar 1 pertanyaan eksploratif.</p></li></ul><p>Pelan-pelan, lo bakal dilihat bukan cuma sebagai peserta meeting, tapi sebagai orang yang bawa arah dan pengaruh.</p><p>Kalau lo pernah ngalamin momen kayak gini, share ke gue. Gue pengen banget denger cerita lo.</p><p>Selamat mencoba!</p><h1><strong>Interested to learn with me?</strong></h1><p>Ada beberapa cara untuk belajar lebih dalam sama saya, silakan pilih yang cocok sama kebutuhanmu.</p><h3><strong>Corporate Workshop Program</strong></h3><p>Sudah ada 60+ organisasi yang mengundang saya untuk memberikan pelatihan di organisasi mereka tentang leadership. Beberapa topik yang sering saya bawakan</p><ul><li><p>Strategic Thinking</p></li><li><p>Building a High-Performing Team</p></li><li><p>Professional Communication</p></li></ul><p>Silakan cek detailnya di sini</p><p class="button-wrapper" data-attrs="{&quot;url&quot;:&quot;https://www.vicarioreinaldo.com/training&quot;,&quot;text&quot;:&quot;Corporate Workshop Program&quot;,&quot;action&quot;:null,&quot;class&quot;:null}" data-component-name="ButtonCreateButton"><a class="button primary" href="https://www.vicarioreinaldo.com/training"><span>Corporate Workshop Program</span></a></p><h3><strong>Self Paced Course</strong></h3><p>473+ orang yang udah belajar project management dan strategic thinking melalui kelas rekaman yang bisa diakses dimana saja dan kapan saja.</p><p>FYI, beberapa peserta kami meminta kantor mereka mereimburse sehingga mereka bisa belajar secara gratis. Siapa tahu kantor kamu juga menawarkan benefit yang serupa.</p><p>Silakan cek detailnya di sini</p><p class="button-wrapper" data-attrs="{&quot;url&quot;:&quot;https://www.vicarioreinaldo.com/courses&quot;,&quot;text&quot;:&quot;Self Paced Course&quot;,&quot;action&quot;:null,&quot;class&quot;:null}" data-component-name="ButtonCreateButton"><a class="button primary" href="https://www.vicarioreinaldo.com/courses"><span>Self Paced Course</span></a></p><h1><strong>Content of The Week</strong></h1><p><a href="https://www.linkedin.com/feed/update/urn:li:activity:7372441422072832001/">LinkedIn - Satu kata yang bisa merusak citra lo sebagai leader</a></p><p>Satu kata yang bikin apresiasi lo ke tim jadi GAGAL. Hindari kata &#8220;tapi&#8221;. Kadang tanpa sadar kita sering pakai kata ini tapi gak paham dampaknya ke anggota tim.</p><p><a href="https://x.com/vicarioreinaldo/status/1965732016529527223">X - Orang-orang yang jago komunikasi</a></p><p>Orang yang jago komunikasi itu, bukan cuma pintar memilih kata. Tapi juga yang paling jago mendengar. Jadi tiap orang nyaman mau ngobrol sama dia. Gue bahas tanda-tandanya di post ini.</p><p><a href="https://www.instagram.com/reel/DOn3lsbkcWU/?igsh=ZWhxaXd1enBxejF3">Instagram - Masih muda tapi udah jadi director, ini tipsnya</a></p><p>Gue ketemu Adhika di event FOWS kemarin, dan gue nanya gini. &#8220;Masih muda banget tapi udah jadi organizational director. How do you achieve that?&#8221; Dan di post ini dia share tipsnya.</p><p><a href="https://www.tiktok.com/@vicarioreinaldo/video/7551407176900726027?_r=1&amp;_t=ZS-8zqwkphGFQm">Tiktok - Politik kantor bikin karier cepat maju kariernya?</a></p><p>Banyak orang gak mau berpolitik karena punya mindset kalo politik itu kotor. Padahal kita bisa jadikan politik sebagai alat sukses di karier, dengan tetap etis dan gak segala cara.</p><div class="subscription-widget-wrap-editor" data-attrs="{&quot;url&quot;:&quot;https://www.careerbuddy.id/subscribe?&quot;,&quot;text&quot;:&quot;Subscribe&quot;,&quot;language&quot;:&quot;en&quot;}" data-component-name="SubscribeWidgetToDOM"><div class="subscription-widget show-subscribe"><div class="preamble"><p class="cta-caption">Thanks for reading Career Buddy Newsletter! Subscribe for free to receive new posts and support my work.</p></div><form class="subscription-widget-subscribe"><input type="email" class="email-input" name="email" placeholder="Type your email&#8230;" tabindex="-1"><input type="submit" class="button primary" value="Subscribe"><div class="fake-input-wrapper"><div class="fake-input"></div><div class="fake-button"></div></div></form></div></div><p></p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Gimana Balikin Kepercayaan Atasan Setelah Kita Bikin Kesalahan? |#129]]></title><description><![CDATA[Hi buddy]]></description><link>https://www.careerbuddy.id/p/gimana-balikin-kepercayaan-atasan</link><guid isPermaLink="false">https://www.careerbuddy.id/p/gimana-balikin-kepercayaan-atasan</guid><dc:creator><![CDATA[Vicario Reinaldo]]></dc:creator><pubDate>Sat, 06 Sep 2025 03:00:37 GMT</pubDate><enclosure url="https://substack-post-media.s3.amazonaws.com/public/images/04fb9892-e971-454a-9d57-963b171eee97_7360x4912.jpeg" length="0" type="image/jpeg"/><content:encoded><![CDATA[<p>Hi buddy</p><p>Sebelum masuk ke newsletter hari ini, gue mau invite temen-temen semua ke Offline Workshop + Book Signing SOLID Skills yang bakal diadain tanggal 28 Sept, jam 2-4 WIB, di Gramedia Jakarta Pusat/Selatan (TBA)</p><div class="captioned-image-container"><figure><a class="image-link image2 is-viewable-img" target="_blank" href="https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!Sv0D!,f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F0ede4661-3d4f-401c-b3b8-365d8b1186ec_1080x1080.png" data-component-name="Image2ToDOM"><div class="image2-inset"><picture><source type="image/webp" srcset="https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!Sv0D!,w_424,c_limit,f_webp,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F0ede4661-3d4f-401c-b3b8-365d8b1186ec_1080x1080.png 424w, https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!Sv0D!,w_848,c_limit,f_webp,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F0ede4661-3d4f-401c-b3b8-365d8b1186ec_1080x1080.png 848w, https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!Sv0D!,w_1272,c_limit,f_webp,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F0ede4661-3d4f-401c-b3b8-365d8b1186ec_1080x1080.png 1272w, https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!Sv0D!,w_1456,c_limit,f_webp,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F0ede4661-3d4f-401c-b3b8-365d8b1186ec_1080x1080.png 1456w" sizes="100vw"><img src="https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!Sv0D!,w_1456,c_limit,f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F0ede4661-3d4f-401c-b3b8-365d8b1186ec_1080x1080.png" width="1080" height="1080" data-attrs="{&quot;src&quot;:&quot;https://substack-post-media.s3.amazonaws.com/public/images/0ede4661-3d4f-401c-b3b8-365d8b1186ec_1080x1080.png&quot;,&quot;srcNoWatermark&quot;:null,&quot;fullscreen&quot;:null,&quot;imageSize&quot;:null,&quot;height&quot;:1080,&quot;width&quot;:1080,&quot;resizeWidth&quot;:null,&quot;bytes&quot;:158267,&quot;alt&quot;:null,&quot;title&quot;:null,&quot;type&quot;:&quot;image/png&quot;,&quot;href&quot;:null,&quot;belowTheFold&quot;:false,&quot;topImage&quot;:true,&quot;internalRedirect&quot;:&quot;https://www.careerbuddy.id/i/172845461?img=https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F0ede4661-3d4f-401c-b3b8-365d8b1186ec_1080x1080.png&quot;,&quot;isProcessing&quot;:false,&quot;align&quot;:null,&quot;offset&quot;:false}" class="sizing-normal" alt="" srcset="https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!Sv0D!,w_424,c_limit,f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F0ede4661-3d4f-401c-b3b8-365d8b1186ec_1080x1080.png 424w, https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!Sv0D!,w_848,c_limit,f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F0ede4661-3d4f-401c-b3b8-365d8b1186ec_1080x1080.png 848w, https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!Sv0D!,w_1272,c_limit,f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F0ede4661-3d4f-401c-b3b8-365d8b1186ec_1080x1080.png 1272w, https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!Sv0D!,w_1456,c_limit,f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F0ede4661-3d4f-401c-b3b8-365d8b1186ec_1080x1080.png 1456w" sizes="100vw" fetchpriority="high"></picture><div class="image-link-expand"><div class="pencraft pc-display-flex pc-gap-8 pc-reset"><button tabindex="0" type="button" class="pencraft pc-reset pencraft icon-container restack-image"><svg aria-hidden="true" width="20" height="20" viewBox="0 0 20 20" fill="none" stroke-width="1.5" stroke="var(--color-fg-primary)" stroke-linecap="round" stroke-linejoin="round" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg"><g><path d="M2.53001 7.81595C3.49179 4.73911 6.43281 2.5 9.91173 2.5C13.1684 2.5 15.9537 4.46214 17.0852 7.23684L17.6179 8.67647M17.6179 8.67647L18.5002 4.26471M17.6179 8.67647L13.6473 6.91176M17.4995 12.1841C16.5378 15.2609 13.5967 17.5 10.1178 17.5C6.86118 17.5 4.07589 15.5379 2.94432 12.7632L2.41165 11.3235M2.41165 11.3235L1.5293 15.7353M2.41165 11.3235L6.38224 13.0882"></path></g></svg></button><button tabindex="0" type="button" class="pencraft pc-reset pencraft icon-container view-image"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="20" height="20" viewBox="0 0 24 24" fill="none" stroke="currentColor" stroke-width="2" stroke-linecap="round" stroke-linejoin="round" class="lucide lucide-maximize2 lucide-maximize-2"><polyline points="15 3 21 3 21 9"></polyline><polyline points="9 21 3 21 3 15"></polyline><line x1="21" x2="14" y1="3" y2="10"></line><line x1="3" x2="10" y1="21" y2="14"></line></svg></button></div></div></div></a></figure></div><p>Excited to meet you all secara langsung! It&#8217;s free &amp; open for all. But limited space nih</p><p class="button-wrapper" data-attrs="{&quot;url&quot;:&quot;https://luma.com/fw6o4jd2&quot;,&quot;text&quot;:&quot;RSVP di sini&quot;,&quot;action&quot;:null,&quot;class&quot;:null}" data-component-name="ButtonCreateButton"><a class="button primary" href="https://luma.com/fw6o4jd2"><span>RSVP di sini</span></a></p><p>See you all &amp; let&#8217;s dive into today&#8217;s topic.</p><div><hr></div><p>Gue pernah dapet kepercayaan gede: diminta megang project yang lumayan strategis, banyak stakeholder penting di dalamnya.</p><p>Awalnya gue pikir semua udah gue siapin mateng. Timeline rapi, presentasi udah latihan, bahkan gue sempet mikir, </p><blockquote><p>&#8220;Kayaknya project ini bakal lancar, deh.&#8221;</p></blockquote><p>Tapi pas meeting review sama stakeholder kunci, gue melakukan kesalahan fatal. Gue salah nyusun prioritas, data yang gue bawa nggak lengkap, dan jawaban gue malah bikin mereka tambah kesel.</p><p>Sampai ada satu stakeholder yang ngehardik gue di depan semua orang, </p><p><strong>&#8220;Ini dasar ngambil keputusan dari mana, sih?!&#8221;</strong></p><p>Rasanya? Mau nge-freeze satu ruangan biar gue bisa menghilang saat itu juga.</p><p>Yang lebih nyesek lagi, abis meeting atasan cuma bilang, </p><p><strong>&#8220;Nanti kita evaluasi lagi ya.&#8221;</strong></p><p>Dan lo tau kan, kalimat itu kalau diucapin dengan nada datar, artinya lampu kuning bahkan udah hampir merah.</p><p>Momen itu jadi tamparan keras buat gue. Gue sadar, kesalahan kayak gini bukan cuma bikin project goyah, tapi juga menggerus kepercayaan orang-orang yang awalnya naro harapan ke gue.</p><p>Kalau lo pernah ada di posisi kayak gini, dimana lo ngerasa kepercayaan udah mulai retak, gue paham banget rasanya. Berat.</p><p>Tapi kabar baiknya: kepercayaan itu bisa dibalikin. Emang gak instan, tapi juga gak mustahil.</p><p>Di newsletter ini, gue mau share 5 langkah konkret buat balikin kepercayaan setelah lo bikin kesalahan di pekerjaan.</p><h3>1. Akui Kesalahan Lo Cepat-Cepat</h3><p>Jangan nunggu atasan yang buka topik duluan.</p><p>Akui kesalahan kita secara langsung, tunjukin kalau kita paham kesalahan kita, dan jangan nyalahin keadaan atau orang lain.</p><p>Kalo bisa mulai dialog dalam 24-48 jam setelah kesalahan terjadi. Ini ngasi lo waktu yang cukup untuk refleksi dan menyusun cara untuk membuka percakapan.</p><p>Contoh:</p><ul><li><p>Sadari kesalahan: </p><p>&#8220;Tadi di meeting klien X, gue sadar tadi gue ngomongnya gak tepat di depan klien, dan itu bikin suasana gak nyaman. Itu murni kesalahan gue.&#8221;</p></li><li><p>Perbaiki </p><p>"Kalau lo setuju, gue mau follow up ke klien hari ini juga buat klarifikasi dan menjaga kepercayaan mereka. Gue siap kirim draftnya ke lo dulu.&#8221;</p></li></ul><h3>2. Jangan Mencari Kambing Hitam Lain</h3><p>Akui kesalahan, minta maaf dengan tulus tanpa terlihat mencari-cari alasan atau mencari "kambing hitam" lain.</p><p>Misalnya di kasus gue, mencari kesalahan klien atau atasan yang menyebabkan gue melakukan kesalahan tersebut.</p><p>Contoh: "Ya gue kebablasan ngomong gitu karena gue dapat brief yang kurang jelas."</p><p>Kalimat-kalimat kayak gitu bikin atasan ngerasa kita cuma defensif, bukan bertanggung jawab.</p><p>Kalau mau jujur, mereka udah tau faktanya kok, yang mereka pengen lihat tuh, apakah kita cukup dewasa buat mengakui kesalahan atau tidak.</p><p>Makin cepat kita stop nyari alasan, makin cepat juga jalan buat bangun kepercayaan itu terbuka lagi.</p><h3>3. Ambil Langkah Perbaikan Secepatnya</h3><p>Jangan cuma bilang &#8220;gue akan memperbaiki&#8221;, tapi kasi aksi nyata.</p><p>Misalnya: lo follow up ke klien buat minta maaf dan ngasi klarifikasi atau siapin materi tambahan buat nge-boost image tim.</p><p>Sebelum menentukan langkah perbaikan yang detail, lo bisa melakukan beberapa hal ini:</p><ul><li><p>Buat daftar masalah yang muncul dari kesalahan kita.</p></li><li><p>Tulis langkah-langkah preventif supaya kejadian gak keulang.</p></li><li><p>Minta saran dan bimbingan atasan kira-kira perbaikan seperti apa yang dia harapkan.</p></li><li><p>Lampirkan timeline tindakan biar atasan bisa lihat progress.</p></li></ul><h3>4. Konsisten Kasih Hasil Bagus Setelahnya</h3><p>Kepercayaan itu dibangun pelan-pelan, baliknya juga pelan-pelan. Atasan akan liat dari konsistensi hasil kerja kita, bukan cuma omongan atau janji yang kita kasi.</p><p>Fokus ngasi output yang berkualitas dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Gini cara mengambil hati atasan setelah melakukan kesalahan:</p><ul><li><p>Kerjain semua tugas dengan standar lebih tinggi dari biasanya.</p></li><li><p>Prioritaskan akurasi dan kesiapan sebelum meeting atau presentasi.</p></li><li><p>Catat progress mingguan buat di-share ke atasan.</p></li></ul><h3>5. Siap Dapat Pengawasan Lebih dan Minta Feedback</h3><p>Setelah kesalahan, atasan mungkin bakal lebih ketat dalam ngecek hasil kerja kita.</p><p>Jangan baper. Ini normal. Tunjukin kalo kita bisa kerja sama di bawah pengawasan ekstra, dan anggap itu kesempatan buat belajar.</p><p>Gak lupa juga untuk minta feedback secara berkala. Gini langkah-langkahnya</p><ul><li><p>Setiap 1&#8211;2 minggu, tanyain pendapat atasan soal progress kita.</p></li><li><p>Siapkan update singkat biar dia lihat kita serius memperbaiki diri.</p></li><li><p>Gunakan feedback buat terus meningkatkan kualitas kerja kita.</p></li></ul><p>Gue tau, ngejalanin proses ini tuh gak gampang, mungkin kita bakal ngerasa pengen skip aja atau pura-pura semuanya baik-baik aja.</p><p>Tapi justru di momen kayak gini, kita bisa nunjukin kalau kita bukan cuma mau &#8220;menambal&#8221; kesalahan, tapi bener-bener bisa grow dari situ.</p><p>Pelan-pelan, kita bakal sadar kalau yang balik ke kita bukan cuma kepercayaan atasan, tapi juga rasa percaya diri sendiri.</p><p>Selamat mencoba!</p><p><strong>PS. Kalo lo mau berkolaborasi lebih efektif dengan atasan,</strong> lo bisa mengasah soft skill yang relevan. Ini gue bahas secara mendalam di buku gue, SOLID Skills.</p><p>Lo bisa pesan sekarang di sini</p><p class="button-wrapper" data-attrs="{&quot;url&quot;:&quot;https://www.vicarioreinaldo.com/book&quot;,&quot;text&quot;:&quot;Pesan buku SOLID Skills&quot;,&quot;action&quot;:null,&quot;class&quot;:null}" data-component-name="ButtonCreateButton"><a class="button primary" href="https://www.vicarioreinaldo.com/book"><span>Pesan buku SOLID Skills</span></a></p><h1><strong>Interested to learn with me?</strong></h1><p>Ada beberapa cara untuk belajar lebih dalam sama saya, silakan pilih yang cocok sama kebutuhanmu.</p><h3><strong>Corporate Workshop Program</strong></h3><p>Sudah ada 60+ organisasi yang mengundang saya untuk memberikan pelatihan di organisasi mereka tentang leadership. Beberapa topik yang sering saya bawakan</p><ul><li><p>Strategic Thinking</p></li><li><p>Building a High-Performing Team</p></li><li><p>Professional Communication</p></li></ul><p>Silakan cek detailnya di sini</p><p class="button-wrapper" data-attrs="{&quot;url&quot;:&quot;https://www.vicarioreinaldo.com/training&quot;,&quot;text&quot;:&quot;Corporate Workshop Program&quot;,&quot;action&quot;:null,&quot;class&quot;:null}" data-component-name="ButtonCreateButton"><a class="button primary" href="https://www.vicarioreinaldo.com/training"><span>Corporate Workshop Program</span></a></p><h3><strong>Self Paced Course</strong></h3><p>473+ orang yang udah belajar project management dan strategic thinking melalui kelas rekaman yang bisa diakses dimana saja dan kapan saja.</p><p>FYI, beberapa peserta kami meminta kantor mereka mereimburse sehingga mereka bisa belajar secara gratis. Siapa tahu kantor kamu juga menawarkan benefit yang serupa.</p><p>Silakan cek detailnya di sini</p><p class="button-wrapper" data-attrs="{&quot;url&quot;:&quot;https://www.vicarioreinaldo.com/courses&quot;,&quot;text&quot;:&quot;Self Paced Course&quot;,&quot;action&quot;:null,&quot;class&quot;:null}" data-component-name="ButtonCreateButton"><a class="button primary" href="https://www.vicarioreinaldo.com/courses"><span>Self Paced Course</span></a></p><h1><strong>Content of The Week</strong></h1><p><a href="https://www.linkedin.com/feed/update/urn:li:activity:7366280805683232768/">LinkedIn - Jadi Leader Gak Harus yang Paling Jago</a></p><p>Tim gak butuh leader yang jago segala hal. Melainkan leader yang paham dan fokus sama tugasnya, yaitu mencapai target dan membantu anggota tim untuk perform maksimal.</p><p><a href="https://x.com/vicarioreinaldo/status/1960658577225605318">X - Hari-harinya High Performer di Kantor</a></p><p>Kerjanya gak berisik, tapi impact nya nyata. High performer fokus deliver hasil bukan caper. Biasanya ini kebiasan yang nampak di kesehariannya di kantor.</p><p><a href="https://www.instagram.com/p/DNkpy7nxFYT/?igsh=YWx6d2ZvZTFrbTRi">Instagram - Kenapa Gue Bangun Bisnis yang Nggak Ambisius?</a></p><p>Makin gede mimpinya, makin besar juga trade-off yang harus dipilih. Pertanyaannya: apakah kita siap atau gak? Kadang, jalan yang paling "wah" justru bukan yang paling cocok buat kita.</p><p><a href="https://vt.tiktok.com/ZSAuSU9Dc/">Tiktok - Dulu gue anti politik kantor, dan ini yang bikin gue berubah</a></p><p>Pernah ngerasa performa bagus, tapi gak kemana-mana. Mungkin sebabnya karena kita anti sama politik kantor, jadi peluang naik level di pekerjaan menjadi sempit.</p><div class="subscription-widget-wrap-editor" data-attrs="{&quot;url&quot;:&quot;https://www.careerbuddy.id/subscribe?&quot;,&quot;text&quot;:&quot;Subscribe&quot;,&quot;language&quot;:&quot;en&quot;}" data-component-name="SubscribeWidgetToDOM"><div class="subscription-widget show-subscribe"><div class="preamble"><p class="cta-caption">Thanks for reading Career Buddy Newsletter! Subscribe for free to receive new posts and support my work.</p></div><form class="subscription-widget-subscribe"><input type="email" class="email-input" name="email" placeholder="Type your email&#8230;" tabindex="-1"><input type="submit" class="button primary" value="Subscribe"><div class="fake-input-wrapper"><div class="fake-input"></div><div class="fake-button"></div></div></form></div></div><p></p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Naik Level Tanpa Naik Gaji? Welcome to Silent Promotion Club! |#126]]></title><description><![CDATA[Apa dampaknya dan gimana menghindarinya?]]></description><link>https://www.careerbuddy.id/p/naik-level-tanpa-naik-gaji-welcome</link><guid isPermaLink="false">https://www.careerbuddy.id/p/naik-level-tanpa-naik-gaji-welcome</guid><dc:creator><![CDATA[Vicario Reinaldo]]></dc:creator><pubDate>Sat, 30 Aug 2025 03:00:52 GMT</pubDate><enclosure url="https://substack-post-media.s3.amazonaws.com/public/images/021f8cad-c909-4bcf-b4d3-34ee86bd25f2_4056x3772.jpeg" length="0" type="image/jpeg"/><content:encoded><![CDATA[<p>Hi buddy</p><p>Beberapa waktu yang lalu, temen gue cerita lagi excited dan seneng banget karena <strong>&#8220;dikasi kesempatan lebih besar&#8221;</strong> di kantornya.</p><p>Dia nggak pindah posisi resmi, tapi tiba-tiba jadi orang yang dimintain pendapat strategis, disuruh handle proyek besar, sampai nge-lead tim kecil buat inisiatif baru.</p><p>Kerjaannya jadi dua kali lipat. Meetingnya makin padat. Weekend sering kepikiran kerjaan.</p><p>Tapi gaji? Nggak berubah sama sekali. Tunjangan juga nggak nambah. Bahkan title di LinkedIn dia pun masih sama kayak dulu.</p><blockquote><p>Awalnya dia mikir: <strong>&#8220;Mungkin ini step sebelum naik level beneran.&#8221;</strong></p></blockquote><p>Tapi udah lewat setengah tahun, janji promosi nggak datang-datang. Dia mulai capek sendiri karena jam kerja udah kaya manager, tanggung jawab udah naik kelas, tapi pengakuan dan kompensasinya nihil.</p><p>Pernah mengalami yang sama? Ini namanya silent promotion. Dipromosi diam-diam, tanpa pengumuman, tanpa apresiasi, dan sering kali tanpa batas waktu yang jelas.</p><p>Di episode newsletter kali ini gue mau share:</p><ul><li><p>Apa itu silent promotion?</p></li><li><p>3 Masalah dari silent promotion</p></li><li><p>Gimana cara manager dan karyawan menghindarinya?</p></li></ul><h1>Silent Promotion</h1><p>Silent promotion itu kayak &#8220;promosi diam-diam&#8221;.</p><p>Lo dikasih tanggung jawab lebih gede, mulai dari pegang proyek penting, ngatur orang, jadi tangan kanan atasan, tapi tanpa titel baru, tanpa kenaikan gaji, dan seringnya tanpa pengumuman resmi.</p><p>Kenapa perusahaan ngelakuin ini?</p><p>Simpelnya karena lebih cepet, lebih murah, dan keliatan efisien. Mereka nggak perlu buka lowongan baru, nggak perlu rekrut orang luar, karena lo udah ngerti sistem, kultur, dan targetnya.</p><p>Kadang memang sifatnya sementara, tapi ada juga yang permanen. Bahkan sering kali gak jelas sampai kapan.</p><p>Dan yang bikin nyebelin, ini sering terjadi tanpa transparansi, tanpa dukungan ekstra, apalagi kompensasi tambahan.</p><h1>Masalah dari Silent Promotion</h1><p>Terus apa dampak negatifnya untuk karyawan?</p><h3>1. Rentan burnout</h3><p>Tanggung jawab naik, jam kerja tambah, tapi imbalannya nggak sebanding. Lama-lama capek fisik dan mental.</p><h3>2. Sulit nego gaji ke depannya</h3><p>Karena udah kebiasaan ngerjain kerjaan level atas dengan gaji sekarang, perusahaan bisa nge-keep itu jadi &#8220;standar lo.&#8221; Jadi susah naikin ekspektasi.</p><h3>3. Karir jadi stuck</h3><p>Lo sibuk ngurusin tanggung jawab baru, tapi status nggak berubah. Akhirnya kesempatan promo resmi malah ketahan, bahkan bisa di-skip orang lain.</p><h1>Gimana Cara Menghindarinya?</h1><h3>1. Tarik kejelasan dari awal</h3><p>Banyak orang gak melakukan langkah ini tapi cuma nungguin kabar dari atasan.</p><p>Nah sebaiknya begitu kita dikasih tanggung jawab baru, jangan cuma jawab &#8220;oke, gue siap.&#8221; Kita bisa bilang:</p><p>&#8220;Oke gue mau ambil ini, tapi boleh tau dulu ekspektasinya kayak gimana? Targetnya apa, dan kalau ini jalan, next step gue ke depannya apa?&#8221;</p><p>Ini bukan nuntut, tapi bikin semua pihak punya timeline dan ekspektasi yang jelas.</p><h3>2. Minta definisi suksesnya apa</h3><p>Jangan jalan tanpa arah, kita bisa tanya:</p><p>&#8220;Biar gue bisa deliver maksimal, ukuran keberhasilannya apa aja?&#8221;</p><p>Dengan gini, kita punya pegangan buat evaluasi dan bahan negosiasi nanti.</p><h3>3. Dokumentasiin kontribusi lo secara rapi</h3><p>Setiap proyek baru, catet tanggung jawab apa yang ditambahin, hasilnya apa, angka atau metrik yang membaik apa.</p><p>Contoh: &#8220;Meng-handle 2 proyek tambahan, revenue naik 15%.&#8221;</p><p>Pas nego promosi atau naik gaji, kita nggak cuma bawa cerita tapi juga bawa bukti.</p><h3>4. Lakuin check-in rutin sama atasan</h3><p>Jangan nunggu appraisal setahun sekali. Bikin kebiasaan ngobrol tiap 1&#8211;2 bulan:</p><p>&#8220;Gue pengen update progress, apakah udah sesuai sama yang lo harapkan?&#8221;</p><p>&#8220;Kalau gue terus deliver kayak gini, kapan kita bisa ngobrolin next step soal role atau kompensasi?&#8221;</p><h3>5. Tentukan batas waktu buat diri lo sendiri</h3><p>Bikin deadline internal misalnya 3&#8211;6 bulan. Kalau nggak ada kejelasan setelah itu, berarti kita harus putuskan apakah lanjut di situ dengan sadar atau cari peluang yang lebih fair.</p><p>Sebelum ini, jangan lupa untuk fokus upgrade skill dan perluas network di luar. Jadi kalo negosiasi mentok, lo punya opsi lain.</p><p><strong>PS. Ingat upgrade skill ini gak cuma ngomongin hard skill,</strong> tapi juga soft skill. Karena di dunia kerja sekarang, soft skill bisa jadi pembeda yang mahal.</p><p>Lo bisa belajar dari buku gue, SOLID Skills. Mumpung masih pre-order, lo bisa pesan sekarang dan dapetin bonus eksklusifnya.</p><p class="button-wrapper" data-attrs="{&quot;url&quot;:&quot;https://www.vicarioreinaldo.com/book&quot;,&quot;text&quot;:&quot;Pesan buku SOLID Skills&quot;,&quot;action&quot;:null,&quot;class&quot;:null}" data-component-name="ButtonCreateButton"><a class="button primary" href="https://www.vicarioreinaldo.com/book"><span>Pesan buku SOLID Skills</span></a></p><p><strong>PS. Selain itu untuk bisa memuluskan negosiasi sama atasan</strong>, baik itu terkait gaji dan promosi, kita perlu punya skill managing up.</p><p>Kabar baiknya, gue bakal bawain webinar &#8220;Managing Up 101: Advancing Your Career Through Building Positive Relationship with Your Boss" pada Rabu 3 September 2025.</p><p><strong>GRATIS</strong> khusus buat yang udah PO buku SOLID Skills. Yuk langsung daftar di sini aja.</p><p class="button-wrapper" data-attrs="{&quot;url&quot;:&quot;https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdXWt_bhNEM63OM1Kaf-1MnVqcj9y9UwBgNQ2AKEXSmytMTDg/viewform&quot;,&quot;text&quot;:&quot;Daftar Webinar Managing Up&quot;,&quot;action&quot;:null,&quot;class&quot;:null}" data-component-name="ButtonCreateButton"><a class="button primary" href="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdXWt_bhNEM63OM1Kaf-1MnVqcj9y9UwBgNQ2AKEXSmytMTDg/viewform"><span>Daftar Webinar Managing Up</span></a></p><h1><strong>Interested to learn with me?</strong></h1><p>Ada beberapa cara untuk belajar lebih dalam sama saya, silakan pilih yang cocok sama kebutuhanmu.</p><h3><strong>Corporate Workshop Program</strong></h3><p>Sudah ada 60+ organisasi yang mengundang saya untuk memberikan pelatihan di organisasi mereka tentang leadership. Beberapa topik yang sering saya bawakan</p><ul><li><p>Strategic Thinking</p></li><li><p>Building a High-Performing Team</p></li><li><p>Professional Communication</p></li></ul><p>Silakan cek detailnya di sini</p><p class="button-wrapper" data-attrs="{&quot;url&quot;:&quot;https://www.vicarioreinaldo.com/training&quot;,&quot;text&quot;:&quot;Corporate Workshop Program&quot;,&quot;action&quot;:null,&quot;class&quot;:null}" data-component-name="ButtonCreateButton"><a class="button primary" href="https://www.vicarioreinaldo.com/training"><span>Corporate Workshop Program</span></a></p><h3><strong>Self Paced Course</strong></h3><p>473+ orang yang udah belajar project management dan strategic thinking melalui kelas rekaman yang bisa diakses dimana saja dan kapan saja.</p><p>FYI, beberapa peserta kami meminta kantor mereka mereimburse sehingga mereka bisa belajar secara gratis. Siapa tahu kantor kamu juga menawarkan benefit yang serupa.</p><p>Silakan cek detailnya di sini</p><p class="button-wrapper" data-attrs="{&quot;url&quot;:&quot;https://www.vicarioreinaldo.com/courses&quot;,&quot;text&quot;:&quot;Self Paced Course&quot;,&quot;action&quot;:null,&quot;class&quot;:null}" data-component-name="ButtonCreateButton"><a class="button primary" href="https://www.vicarioreinaldo.com/courses"><span>Self Paced Course</span></a></p><h1><strong>Content of The Week</strong></h1><p><a href="https://www.linkedin.com/feed/update/urn:li:activity:7366280805683232768/">LinkedIn - Jadi Leader Gak Harus yang Paling Jago</a></p><p>Tim gak butuh leader yang jago segala hal. Melainkan leader yang paham dan fokus sama tugasnya, yaitu mencapai target dan membantu anggota tim untuk perform maksimal.</p><p><a href="https://x.com/vicarioreinaldo/status/1960658577225605318">X - Hari-harinya High Performer di Kantor</a></p><p>Kerjanya gak berisik, tapi impact nya nyata. High performer fokus deliver hasil bukan caper. Biasanya ini kebiasan yang nampak di kesehariannya di kantor.</p><p><a href="https://www.instagram.com/p/DNkpy7nxFYT/?igsh=YWx6d2ZvZTFrbTRi">Instagram - Kenapa Gue Bangun Bisnis yang Nggak Ambisius?</a></p><p>Makin gede mimpinya, makin besar juga trade-off yang harus dipilih. Pertanyaannya: apakah kita siap atau gak? Kadang, jalan yang paling "wah" justru bukan yang paling cocok buat kita.</p><p><a href="https://vt.tiktok.com/ZSAuSU9Dc/">Tiktok - Dulu gue anti politik kantor, dan ini yang bikin gue berubah</a></p><p>Pernah ngerasa performa bagus, tapi gak kemana-mana. Mungkin sebabnya karena kita anti sama politik kantor, jadi peluang naik level di pekerjaan menjadi sempit.</p><p></p><div class="subscription-widget-wrap-editor" data-attrs="{&quot;url&quot;:&quot;https://www.careerbuddy.id/subscribe?&quot;,&quot;text&quot;:&quot;Subscribe&quot;,&quot;language&quot;:&quot;en&quot;}" data-component-name="SubscribeWidgetToDOM"><div class="subscription-widget show-subscribe"><div class="preamble"><p class="cta-caption">Thanks for reading Career Buddy Newsletter! Subscribe for free to receive new posts and support my work.</p></div><form class="subscription-widget-subscribe"><input type="email" class="email-input" name="email" placeholder="Type your email&#8230;" tabindex="-1"><input type="submit" class="button primary" value="Subscribe"><div class="fake-input-wrapper"><div class="fake-input"></div><div class="fake-button"></div></div></form></div></div><p></p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Taktik Politik Kantor Tanpa Main Kotor |#123]]></title><description><![CDATA[Bukan buat lo yang alergi berpolitik]]></description><link>https://www.careerbuddy.id/p/taktik-politik-kantor-tanpa-main</link><guid isPermaLink="false">https://www.careerbuddy.id/p/taktik-politik-kantor-tanpa-main</guid><dc:creator><![CDATA[Vicario Reinaldo]]></dc:creator><pubDate>Sat, 23 Aug 2025 03:00:23 GMT</pubDate><enclosure url="https://substack-post-media.s3.amazonaws.com/public/images/3efa7f3e-6c01-4588-bce8-f621f70c4feb_4896x3191.jpeg" length="0" type="image/jpeg"/><content:encoded><![CDATA[<p>Hi buddy</p><p>Di awal karier, gue merasa politik kantor itu menjijikkan.</p><p>Karena di kepala gue, politik kantor itu identik sama sikut-sikutan, adu domba, dan ngejatuhin orang lain demi naik jabatan.</p><p>Gue berprinsip gak akan ikutan main di politik kantor. Gue hanya akan fokus kerja dengan baik dan deliver hasil.</p><p>Alhasil, gue jadi malas terlibat di banyak interaksi organisasi. Gue membatasi diri untuk gak banyak ngobrol sama manajer senior atau orang-orang lintas divisi.</p><p>Akibatnya gue jadi kehilangan peluang untuk dikenal dan membangun relasi penting. Gue juga ketinggalan info penting soal proyek strategis, promosi dan isu krusial di perusahaan.</p><p>Gue pikir yang penting kan kerjaan gue beres. Tapi ternyata, di kantor, keputusan dan peluang karier sering dipengaruhi juga sama cara kita berinteraksi dan membangun pengaruh. Nah ini juga bagian dari politik kantor.</p><p>Biar lo gak mengalami kerugian yang dulu gue alami, gue mau kulik topik politik kantor di episode newsletter hari ini. Gue mau bahas:</p><ul><li><p>Apa itu politik kantor?</p></li><li><p>Mitos dan fakta politik kantor</p></li><li><p>Taktik politik kantor tanpa main kotor</p></li></ul><p>Tapi sebelum itu, yuk lurusin dulu definisinya.</p><h2>Apa itu Politik Kantor?</h2><p>Sederhananya, politik kantor itu seni mempengaruhi orang dan keputusan di tempat kerja.</p><p>Bukan cuma soal &#8220;siapa yang deket sama bos&#8221;, tapi juga gimana lo membangun pengaruh, dukungan, dan kepercayaan buat hal yang lo perjuangkan.</p><p>Dan kabar buruknya? Lo gak bisa sepenuhnya menghindar dari politik kantor.</p><p>Karena selama masih ada manusia, kepentingan, dan keputusan, politik bakal selalu jadi bagian dari kehidupan kantor.</p><h2>Mitos-Mitos Politik Kantor (Dan Faktanya)</h2><p>Banyak orang jijik sama politik kantor karena termakan mitos ini:</p><ul><li><p><strong>Mitos: Politik kantor = menjatuhkan orang lain.</strong> <br>Fakta: Politik kantor yang sehat bisa menciptakan hubungan kerja saling support buat capai target bersama.</p></li><li><p><strong>Mitos: Yang penting kerja bagus, gak perlu politik.</strong> <br>Fakta: Hasil kerja lo gak akan keliatan kalau gak ada yang tau kontribus lo dan gak mendukung lo.</p></li><li><p><strong>Mitos: Politik itu manipulatif dan penuh tipu daya.</strong> <br>Fakta: Gak semua politik kantor kaya gitu, ada politik kantor yang sehat, biasanya transparan dan menguntungkan banyak pihak, bukan saling sikut.</p></li><li><p><strong>Mitos: Politik cuma buat orang-orang yang ambi.</strong> <br>Fakta: Semua orang butuh politik, bahkan buat hal sederhana kayak dapat dukungan proyek atau jam kerja fleksibel.</p></li><li><p><strong>Mitos: Politik kantor bikin kerja jadipenuh drama.</strong> </p><p>Fakta: Justru, politik yang dikelola dengan baik bisa mencegah drama dengan menyatukan kepentingan berbeda dari banyak pihak.</p></li></ul><h2>Taktik Politik Kantor Tanpa Main Kotor</h2><p>Terus gimana biar kita bisa bermain politik kantor yang sehat tanpa ngorbanin integritas?</p><p>Ini 5 taktik berpolitik yang bisa lo pakai:</p><h3><strong>1. Reframe makna politik kantor</strong></h3><p>Kalo lo punya pandangan negatif soal politik kantor, fokus dulu ke mengubah itu.</p><p>Politik kantor itu gak sesempit perilaku sikut-sikutan atau ngejatuhin orang demi dapat jabatan.</p><p>Justru politik kantor ini bisa jadi alat untuk membangun pengaruh supaya ide, hasil kerja dan kontribusi lo diakui.</p><h3><strong>2. Pahami lingkungan politik di kantor</strong></h3><p>Pahami peta politik kantor lo, biar mudah dalam membangun pengaruh.</p><ul><li><p><strong>Siapa pengambil keputusan sebenarnya?</strong></p><p>Gak selalu sesuai struktur organisasi.</p><p>Kadang keputusan final dipengaruhi orang yang punya kedekatan informal dengan top management.</p></li><li><p><strong>Siapa opinion leader yang suaranya didengar banyak orang?</strong></p><p>Bisa manajer senior, bisa juga rekan kerja yang disukai banyak orang.</p><p>Mereka sering jadi &#8220;jembatan&#8221; atau penghubung antar kelompok.</p></li><li><p><strong>Aliansi dan kelompok informal</strong></p><p>Siapa sering kerja bareng siapa?</p><p>Ada grup lintas divisi yang punya pengaruh signifikan?</p><p>Mana kelompok yang mendukung perubahan, mana yang cenderung resisten?</p></li><li><p><strong>Saluran komunikasi yang paling efektif</strong></p><p>Apakah keputusan lebih sering diambil lewat rapat resmi atau lewat diskusi kecil informal?</p><p>Siapa yang bisa jadi &#8220;pintu masuk&#8221; kalau lo mau sampaikan ide?</p></li></ul><p>Dengan peta ini, lo bisa nentuin strategi siapa yang prioritas lo dekati, gimana caranya dan melalui media apa.</p><h3>3. Perluas jaringan internal</h3><p>Bukan cuma kenal sama orang-orang di tim lo, tapi juga lintas divisi.</p><p>Mulai dari hal kecil dengan ngobrol santai pas makan siang, ikut forum internal, atau ngopi santai.</p><p>Kenalan ini bukan berarti "menjilat", tapi bikin lo punya perspektif lebih luas tentang dinamika kantor.</p><p>Relasi yang baik jadi jalan buat lo dapet dukungan ketika perlu dorong ide atau proyek baru.</p><h3>4. Kuasai seni komunikasi yang berdampak</h3><p>Gak cuma terkait presentasi atau bicara di rapat, tapi gimana lo bisa komunikasi yang berdampak.</p><p>Komunikasi yang jadi jalan untuk berempati dengan lawan bicara, memahami dan memenuhi kebutuhannya serta membangun pengaruh.</p><p>Komunikasi yang baik bisa jadi senjata paling kuat dalam politik kantor yang sehat.</p><p>Lo bisa belajar dan latihan untuk punya skill komunikasi yang berdampak dengan terstruktur dari buku gue. Di situ gue bahas definisi, manfaat, studi kasus, dan framework yang mudah dipraktikkan.</p><p>Mumpung lagi buka Pre-Order, lo juga bisa dapetin bonus eksklusifnya. Pesan sekarang, sebelum pre-order ditutup akhir bulan ini.</p><p class="button-wrapper" data-attrs="{&quot;url&quot;:&quot;https://www.vicarioreinaldo.com/book&quot;,&quot;text&quot;:&quot;Pesan buku SOLID Skills&quot;,&quot;action&quot;:null,&quot;class&quot;:null}" data-component-name="ButtonCreateButton"><a class="button primary" href="https://www.vicarioreinaldo.com/book"><span>Pesan buku SOLID Skills</span></a></p><h3>5. Terus bekerja optimal sebagai modal politik</h3><p>Berpolitik doang tanpa punya hasil kerja yang bagus sama dengan omong kosong.</p><p>Hasil kerja yang berkualitas bikin lo punya "modal" untuk membangun pengaruh. Karena orang cenderung percaya sama yang punya track record bagus.</p><p>Dengan performa konsisten, taktik politik lo gak terlihat tipuan tapi relevan.</p><p>Politik kantor itu gak harus kotor. Kuncinya ada di cara lo bermain, mulai dengan punya niat yang sehat, transparan, dan tetap pegang integritas bukan segala cara.</p><p>Selamat berpolitik!</p><h1><strong>Interested to learn with me?</strong></h1><p>Ada beberapa cara untuk belajar lebih dalam sama saya, silakan pilih yang cocok sama kebutuhanmu.</p><h3><strong>Corporate Workshop Program</strong></h3><p>Sudah ada 60+ organisasi yang mengundang saya untuk memberikan pelatihan di organisasi mereka tentang leadership. Beberapa topik yang sering saya bawakan</p><ul><li><p>Strategic Thinking</p></li><li><p>Building a High-Performing Team</p></li><li><p>Professional Communication</p></li></ul><p>Silakan cek detailnya di sini</p><p class="button-wrapper" data-attrs="{&quot;url&quot;:&quot;https://www.vicarioreinaldo.com/training&quot;,&quot;text&quot;:&quot;Corporate Workshop Program&quot;,&quot;action&quot;:null,&quot;class&quot;:null}" data-component-name="ButtonCreateButton"><a class="button primary" href="https://www.vicarioreinaldo.com/training"><span>Corporate Workshop Program</span></a></p><h3><strong>Self Paced Course</strong></h3><p>473+ orang yang udah belajar project management dan strategic thinking melalui kelas rekaman yang bisa diakses dimana saja dan kapan saja.</p><p>FYI, beberapa peserta kami meminta kantor mereka mereimburse sehingga mereka bisa belajar secara gratis. Siapa tahu kantor kamu juga menawarkan benefit yang serupa.</p><p>Silakan cek detailnya di sini</p><p class="button-wrapper" data-attrs="{&quot;url&quot;:&quot;https://www.vicarioreinaldo.com/courses&quot;,&quot;text&quot;:&quot;Self Paced Course&quot;,&quot;action&quot;:null,&quot;class&quot;:null}" data-component-name="ButtonCreateButton"><a class="button primary" href="https://www.vicarioreinaldo.com/courses"><span>Self Paced Course</span></a></p><h1><strong>Content of The Week</strong></h1><p><a href="https://www.linkedin.com/feed/update/urn:li:activity:7362294537450348544/">LinkedIn - 10 Sinyal Lo Punya Potensi Kuat Jadi Leader</a></p><p>Gak semua calon leader sadar dirinya punya potensi. Selama 8 tahun terakhir gue berperan sebagai manager, gue sering mengobservasi anggota tim yang punya potensi jadi leader. Dan biasanya mereka punya tanda-tanda ini.</p><p><a href="https://x.com/vicarioreinaldo/status/1958484248702427314">X - 5 Jurus Rahasia yang Bikin Leader Kerja Sat set</a></p><p>Leader yang kerjanya lambat, bukan berarti ga kompeten. Bisa jadi karena ga tau &#8220;jalan pintas&#8221; nya. Coba deh terapkan 5 framework ini biar kerja jadi lebih efisien.</p><p><a href="https://www.instagram.com/reel/DNk6-9YROe8/?igsh=MWxtZWV1cm5lcnJ0aw%3D%3D">Instagram - Cara Networking untuk Newbie</a></p><p>Baru pertama kali networking bingung ngomong apa? Mau nanya-nanya takut dianggap sok akrab, tapi kalo diem aja, malah akan melewatkan kesempatan emas. Gue share tips di video.</p><p><a href="https://www.tiktok.com/@vicarioreinaldo/video/7541016590926580998?_t=ZS-8z59sGJ1fgG&amp;_r=1">Tiktok - Ciri-ciri Orang High Performer</a></p><p>Di perusahaan bagus sekalipun, gak semua karyawannya punya standar hasil kerja di atas-atas. Ada yang low performer, medium performer dan high performer. Ini tanda kalo lo termasuk di high performer.</p><p></p><div class="subscription-widget-wrap-editor" data-attrs="{&quot;url&quot;:&quot;https://www.careerbuddy.id/subscribe?&quot;,&quot;text&quot;:&quot;Subscribe&quot;,&quot;language&quot;:&quot;en&quot;}" data-component-name="SubscribeWidgetToDOM"><div class="subscription-widget show-subscribe"><div class="preamble"><p class="cta-caption">Thanks for reading Career Buddy Newsletter! Subscribe for free to receive new posts and support my work.</p></div><form class="subscription-widget-subscribe"><input type="email" class="email-input" name="email" placeholder="Type your email&#8230;" tabindex="-1"><input type="submit" class="button primary" value="Subscribe"><div class="fake-input-wrapper"><div class="fake-input"></div><div class="fake-button"></div></div></form></div></div><p></p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[5 Aturan Tidak Tertulis agar Dipromosi Atasan |#70]]></title><description><![CDATA[Gak cukup hanya dengan kerja baik]]></description><link>https://www.careerbuddy.id/p/5-aturan-tidak-tertulis-agar-dipromosi</link><guid isPermaLink="false">https://www.careerbuddy.id/p/5-aturan-tidak-tertulis-agar-dipromosi</guid><dc:creator><![CDATA[Vicario Reinaldo]]></dc:creator><pubDate>Sat, 12 Oct 2024 03:01:09 GMT</pubDate><enclosure url="https://substack-post-media.s3.amazonaws.com/public/images/0b3fd6e9-5450-48d5-81aa-8073b9d786e5_6000x4000.jpeg" length="0" type="image/jpeg"/><content:encoded><![CDATA[<p>Ketika ngomongin promosi, kita sering dengar opini begini:</p><p>"Yang penting kerja yang bagus. Let work speak for itself. Nanti juga bakal dapat promosi."</p><p>Gue kurang sepakat dengan opini ini. Promosi memang hak karyawan dan sudah ada aturan yang jelas karyawan mana yang memenuhi kriteria untuk dipromosi di tiap perusahaan.</p><p>Tetapi banyak dari kita ga sadar ternyata ada aturan-aturan ga tertulis biar bisa dipromosi. Jadi kita gak melakukan usaha tersebut, padahal itu syarat penting yang perlu dipenuhi.</p><p>Di newsletter ini gue mau menjawab beberapa pertanyaan ini</p><ul><li><p>Gimana caranya tau kita udah layak mendapat promosi?</p></li><li><p>Gimana mempersiapkan diri untuk dipromosi?</p></li><li><p>Apakah perlu untuk menyampaikan ke atasan kalo kita ingin dipromosi?</p></li></ul><h1>5 Aturan Tidak Tertulis untuk Dapat Promosi</h1><h2>1. Evaluasi nilai diri</h2><p>Langkah pertama ini sekaligus menjawab, "Gimana caranya tau kita udah layak dapat promosi?"</p><p>Manager mungkin udah punya penilaian sendiri, tetapi penting juga untuk kita secara personal mengevaluasi nilai diri kita di organisasi sebagai bahan negosiasi.</p><ul><li><p>Apa saja pencapaian, target dan hasil kerja selama setahun ke belakang?</p></li><li><p>Apakah gue udah punya kompetensi yang dibutuhkan ketika naik level?</p></li><li><p>Apakah gue udah ngasi kontribusi ke organisasi? (Inovasi, efisiensi, keuntungan lebih tinggi, dls)</p></li><li><p>Apakah gue udah punya reputasi dan hubungan yang baik sama rekan kerja?</p></li><li><p>Apakah gue siap "secara mental" untuk dapat tanggung jawab yang lebih besar?</p></li></ul><p>Penilaiannya mungkin bakal subjektif, tapi gapapa. Target di langkah ini adalah kita percaya sama kemampuan diri sendiri. Kalo ini udah punya, kita lanjut ke tahap berikutnya.</p><h2>2. Menyiapkan diri</h2><p>Hati-hati sama jebakan Peter Principle. Apa itu?</p><p>Fenomena di mana orang-orang dipromosi karena berhasil di role sebelumnya, bukan karena potensi mereka untuk menempati role yang baru.</p><p>Makanya penting untuk menyiapkan diri untuk menempati posisi selanjutnya. Bukan hanya berbekal skill di posisi yang lama.</p><ul><li><p>Pelajari tanggung jawab dan ekspektasi di posisi baru</p></li><li><p>Upgrade skill manajerial dan kepemimpinan</p></li><li><p>Tingkatkan wawasan tentang organisasi, tren, dan industri</p></li></ul><h2>3. Memberikan inovasi</h2><p>Setelah melakukan langkah yang kedua, lo jadi udah punya modal pengetahuan dan keterampilan yang cukup.</p><p>Dua hal ini bisa lo pakai untuk mulai memikirkan apa ya kira-kira inovasi yang bisa diberikan ke perusahaan sehingga bisa menguntungkan atau membuat lebih dekat sama target.</p><p>Ini 3 jenis inovasi yang bisa lo kasi:</p><ul><li><p>Inovasi proses: Mikirin gimana cara biar lebih efisien dan produktif</p></li><li><p>Inovasi produk/layanan: Apa produk atau layanan baru yang dibutuhkan pelanggan?</p></li><li><p>Inovasi strategi bisnis: Apa strategi bisnis yang bisa dicoba biar lebih unggul dari kompetitor?</p></li></ul><h2>4. Membangun exposure</h2><p>Kita sering mengira kinerja yang bagus adalah kunci kesuksesan. Padahal itu hanya berkontribusi 10% terhadap kesuksesan, kok bisa?</p><div class="captioned-image-container"><figure><a class="image-link image2 is-viewable-img" target="_blank" href="https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!eBhB!,f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F4730725e-91bd-42aa-b1e9-72dc6449498e_1650x2063.jpeg" data-component-name="Image2ToDOM"><div class="image2-inset"><picture><source type="image/webp" srcset="https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!eBhB!,w_424,c_limit,f_webp,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F4730725e-91bd-42aa-b1e9-72dc6449498e_1650x2063.jpeg 424w, https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!eBhB!,w_848,c_limit,f_webp,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F4730725e-91bd-42aa-b1e9-72dc6449498e_1650x2063.jpeg 848w, https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!eBhB!,w_1272,c_limit,f_webp,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F4730725e-91bd-42aa-b1e9-72dc6449498e_1650x2063.jpeg 1272w, https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!eBhB!,w_1456,c_limit,f_webp,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F4730725e-91bd-42aa-b1e9-72dc6449498e_1650x2063.jpeg 1456w" sizes="100vw"><img src="https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!eBhB!,w_1456,c_limit,f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F4730725e-91bd-42aa-b1e9-72dc6449498e_1650x2063.jpeg" width="1456" height="1820" data-attrs="{&quot;src&quot;:&quot;https://substack-post-media.s3.amazonaws.com/public/images/4730725e-91bd-42aa-b1e9-72dc6449498e_1650x2063.jpeg&quot;,&quot;srcNoWatermark&quot;:null,&quot;fullscreen&quot;:null,&quot;imageSize&quot;:null,&quot;height&quot;:1820,&quot;width&quot;:1456,&quot;resizeWidth&quot;:null,&quot;bytes&quot;:1666433,&quot;alt&quot;:null,&quot;title&quot;:null,&quot;type&quot;:&quot;image/jpeg&quot;,&quot;href&quot;:null,&quot;belowTheFold&quot;:true,&quot;topImage&quot;:false,&quot;internalRedirect&quot;:null,&quot;isProcessing&quot;:false,&quot;align&quot;:null,&quot;offset&quot;:false}" class="sizing-normal" alt="" srcset="https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!eBhB!,w_424,c_limit,f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F4730725e-91bd-42aa-b1e9-72dc6449498e_1650x2063.jpeg 424w, https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!eBhB!,w_848,c_limit,f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F4730725e-91bd-42aa-b1e9-72dc6449498e_1650x2063.jpeg 848w, https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!eBhB!,w_1272,c_limit,f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F4730725e-91bd-42aa-b1e9-72dc6449498e_1650x2063.jpeg 1272w, https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!eBhB!,w_1456,c_limit,f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F4730725e-91bd-42aa-b1e9-72dc6449498e_1650x2063.jpeg 1456w" sizes="100vw" loading="lazy"></picture><div class="image-link-expand"><div class="pencraft pc-display-flex pc-gap-8 pc-reset"><button tabindex="0" type="button" class="pencraft pc-reset pencraft icon-container restack-image"><svg aria-hidden="true" width="20" height="20" viewBox="0 0 20 20" fill="none" stroke-width="1.5" stroke="var(--color-fg-primary)" stroke-linecap="round" stroke-linejoin="round" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg"><g><path d="M2.53001 7.81595C3.49179 4.73911 6.43281 2.5 9.91173 2.5C13.1684 2.5 15.9537 4.46214 17.0852 7.23684L17.6179 8.67647M17.6179 8.67647L18.5002 4.26471M17.6179 8.67647L13.6473 6.91176M17.4995 12.1841C16.5378 15.2609 13.5967 17.5 10.1178 17.5C6.86118 17.5 4.07589 15.5379 2.94432 12.7632L2.41165 11.3235M2.41165 11.3235L1.5293 15.7353M2.41165 11.3235L6.38224 13.0882"></path></g></svg></button><button tabindex="0" type="button" class="pencraft pc-reset pencraft icon-container view-image"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="20" height="20" viewBox="0 0 24 24" fill="none" stroke="currentColor" stroke-width="2" stroke-linecap="round" stroke-linejoin="round" class="lucide lucide-maximize2 lucide-maximize-2"><polyline points="15 3 21 3 21 9"></polyline><polyline points="9 21 3 21 3 15"></polyline><line x1="21" x2="14" y1="3" y2="10"></line><line x1="3" x2="10" y1="21" y2="14"></line></svg></button></div></div></div></a></figure></div><p>Fenomena ini gue temukan dari buku "Empowering Yourself: The Organizational Game Revealed" karya Harvey Coleman. Di buku itu, dia menyampaikan kalo sukses itu terdiri dari 3 elemen ini.</p><p>Jadi jangan hanya fokus di performance atau image aja. Lo juga perlu membangun exposure. Cara ngecek apakah exposure lo udah bagus atau belum, tanyakan 5 hal ini</p><ol><li><p>Apa lo punya mentor?</p></li><li><p>Apa atasan lo tau tentang kinerja lo?</p></li><li><p>Siapa saja orang di dalam perusahaan dan di luar perusahaan yang mengenal lo secara profesional?</p></li><li><p>Peluang apa aja yang memungkinkan lo presentasi, memimpin tim proyek, dan bangun networking?</p></li><li><p>Sudahkah lo konsisten menjalin interaksi dengan orang lain?</p></li></ol><h2>5. Menyampaikan aspirasi</h2><p>Terakhir, jangan pernah berasumsi manager akan tau kebutuhan dan keinginanmu tanpa perlu kita sampaikan dengan jelas.</p><p>Kalo lo mau dipromosi, maka sampaikan keinginanmu itu dengan eksplisit. Ini gak hanya membantu atasan tau keinginan lo, tapi mungkin juga atasan akan membantu lo mencapai tujuan itu.</p><p>3 Langkah untuk menyampaikan aspirasi:</p><ul><li><p>Buat one-on-one meeting</p></li><li><p>Sampaikan keinginan dengan asertif</p></li><li><p>Minta feedback dan tanya apa yang bisa dilakukan untuk bisa dipromosi</p></li></ul><p>Gue yakin kalo lo mau menerapkan lima langkah ini, peluang lo dipromosi jadi lebih besar.</p><p>Yuk, mulai coba dari langkah 1 dan breakdown jadi langkah-langkah kecil sehingga mudah diterapkan.</p><p>Best of luck!</p><h1><strong>Interested to learn with me?</strong></h1><p>Ada beberapa cara untuk belajar lebih dalam sama gue, silakan pilih yang cocok sama kebutuhan lo</p><p><strong>Speaking Engagement</strong></p><p>40+ organisasi yang udah mengundang gue sebagai pembicara.</p><p>Gue sudah berpengalaman menjadi pembicara di berbagai topik tentang karir dan self development untuk workshops, sharing sessions atau panel discussions.</p><p class="button-wrapper" data-attrs="{&quot;url&quot;:&quot;https://www.vicarioreinaldo.com/speaking&quot;,&quot;text&quot;:&quot;Undang gue jadi pembicara&quot;,&quot;action&quot;:null,&quot;class&quot;:&quot;button-wrapper&quot;}" data-component-name="ButtonCreateButton"><a class="button primary button-wrapper" href="https://www.vicarioreinaldo.com/speaking"><span>Undang gue jadi pembicara</span></a></p><p><strong>Self Paced Course</strong></p><p>340+ orang yang udah join di course ini.</p><p>Belajar mandiri di mana saja dan kapan saja tentang topik <strong>project management, career planning dan strategic thinking.</strong></p><p class="button-wrapper" data-attrs="{&quot;url&quot;:&quot;https://www.vicarioreinaldo.com/courses&quot;,&quot;text&quot;:&quot;Join self-paced course&quot;,&quot;action&quot;:null,&quot;class&quot;:&quot;button-wrapper&quot;}" data-component-name="ButtonCreateButton"><a class="button primary button-wrapper" href="https://www.vicarioreinaldo.com/courses"><span>Join self-paced course</span></a></p><h2>Content of The Week</h2><p><a href="https://www.linkedin.com/feed/update/urn:li:activity:7250316683037270016/">LinkedIn - Kebiasaan nyebelin manager</a></p><p>Kadang sebagai leader kita merasa udah jadi leader yang baik. Tapi tanpa sadar melakukan kebiasaan-kebiasaan yang nyebelin buat anggota tim. Gue share ya, biar bisa jadi bahan refleksi.</p><p><a href="https://x.com/vicarioreinaldo/status/1844646428527993216">Twitter - 5 Alasan kenapa keputusan kita buruk</a></p><p>Di sini gue mau bahas hal-hal yang ada dalam kendali kita ketika membuat keputusan yang buruk. Ketika mengamati proses gue dan beberapa cerita dari teman, ada 5 penyebab kita bikin keputusan yang buruk.</p><p><a href="https://www.instagram.com/p/DAx1ANYSWZz/?igsh=ZHVzOXppMWZhbmVq">Instagram - 3 Komposisi personal branding yang susah dilupakan</a></p><p>Kalo ngomongin personal branding, gue akan fokus ke 3 hal ini. Consistency, visibility dan autheticity. Gue bahas satu satu kenapa ini penting untuk membangun personal branding.</p><p><a href="https://www.tiktok.com/@vicarioreinaldo/video/7422241334209023237?_r=1&amp;_t=8qT6KhHlhXb">Tiktok - Law of Reversed Effort</a></p><p>Makin keras usaha lo mencapai sesuatu, makin buruk hasilnya. Tapi ketika lo santai, lo malah lebih cepat dapat yang lo mau. Kenapa itu terjadi, gue bahas lengkap di post ini. </p><div class="subscription-widget-wrap-editor" data-attrs="{&quot;url&quot;:&quot;https://www.careerbuddy.id/subscribe?&quot;,&quot;text&quot;:&quot;Subscribe&quot;,&quot;language&quot;:&quot;en&quot;}" data-component-name="SubscribeWidgetToDOM"><div class="subscription-widget show-subscribe"><div class="preamble"><p class="cta-caption">Thanks for reading Career Buddy Newsletter! Subscribe for free to receive new posts and support my work.</p></div><form class="subscription-widget-subscribe"><input type="email" class="email-input" name="email" placeholder="Type your email&#8230;" tabindex="-1"><input type="submit" class="button primary" value="Subscribe"><div class="fake-input-wrapper"><div class="fake-input"></div><div class="fake-button"></div></div></form></div></div><p></p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Kenapa karyawan terbaik gak selalu gampang dapat promosi | #49]]></title><description><![CDATA[Practical tips untuk dapat promosi yang lo harapkan]]></description><link>https://www.careerbuddy.id/p/kenapa-karyawan-terbaik-gak-selalu</link><guid isPermaLink="false">https://www.careerbuddy.id/p/kenapa-karyawan-terbaik-gak-selalu</guid><dc:creator><![CDATA[Vicario Reinaldo]]></dc:creator><pubDate>Sat, 18 May 2024 03:00:58 GMT</pubDate><enclosure url="https://substack-post-media.s3.amazonaws.com/public/images/d9cd3056-89f1-4042-98f4-8b4deba97d53_3819x2542.jpeg" length="0" type="image/jpeg"/><content:encoded><![CDATA[<p>Hi Buddy!</p><p>Ga kerasa career buddy newsletter hampir berumur 1 tahun</p><p>Kita mau make sure kita ngasi value yang oke buat waktu yang kamu allocate untuk baca</p><p class="button-wrapper" data-attrs="{&quot;url&quot;:&quot;https://forms.gle/hehhSpBeGtxuiJGWA&quot;,&quot;text&quot;:&quot;Isi Survey&quot;,&quot;action&quot;:null,&quot;class&quot;:null}" data-component-name="ButtonCreateButton"><a class="button primary" href="https://forms.gle/hehhSpBeGtxuiJGWA"><span>Isi Survey</span></a></p><p>Thank you ya!</p><p>Now back to the episode</p><p>Let&#8217;s have a real chat</p><p>Pernah ga lo berusaha keras buat mendapatkan promosi?</p><p>Lo ngasi 110% usaha lo</p><p>Lo rela lembur dan kerja buat weekend</p><p>Lo sampe jadi sambat sama orang karena kebanyakan kerja</p><p>Pas lagi pengumuman, eh ga dapet tuh promosinya</p><p>Lebih pahitnya lagi</p><p>Temen lo yang lo rasa ga se kompeten itu dapet promosinya</p><p>Lo merasa bitter</p><p>Lo merasa kerja keras lo sia sia</p><p>Lo merasa kalau enakan jadi pengusaha daripada karyawan</p><p>Gue paham banget rasanya</p><p>Gue pernah mengalami ini juga sebelumnya</p><p>Begitu rasa kecewa gue reda, gue mencari tahu</p><p>Ternyata gue ga sendirian</p><p>Ada beberapa orang lain yang mengalami yang gue alami</p><p>Yuk kita bedah di episode kali ini</p><p>Promosi adalah kenaikan jabatan yang diberikan kepada karyawan di dalam suatu perusahaan</p><p>Dari sisi karyawan kita merasa kalau kita perform maka kita akan mendapatkan promosi itu</p><p>Kenyataannya, ada beberapa situasi untuk mendapatkan promosi</p><h2><strong>Adanya posisi kosong yang bisa diisi</strong></h2><p>Ketika dipromosi, kita mengisi posisi yang ada di atas kita</p><p>Ada 3 skenario</p><h3><strong>Skenario 1: Posisinya ada tapi udah ada yang mengisi</strong></h3><p>Biasanya ini adalah manager kita yang juga masi nunggu untuk dapat promosi</p><h3><strong>Skenario 2: Posisinya ga ada karena belum dibutuhkan organisasi</strong></h3><p>Misalnya lo adalah Marketing Manager di organisasi yang tim marketingnya belum membutuhkan posisi VP Marketing / Chief Marketing Officer</p><h3><strong>Skenario 3: Kalau ada yang kosong, barulah kita bisa berpeluang mengisinya</strong></h3><p>Itu subject to situasi yang berikutnya</p><h2>Internal vs external hire untuk ngisi posisi itu</h2><p>Ada 3 cara mengisi posisi di atas kita</p><h3><strong>Cara 1: Kita dipromosi dulu baru mengisi posisi tersebut</strong></h3><p>Gue pernah melihat ini terjadi sebelumnya</p><p>Ada orang yang baru kerja 3 bulan dapat promosi karena atasannya resign</p><p>Di satu sisi enak karena karirnya kelihatan melesat</p><p>Di lain sisi, keliatan ga lama setelahnya dia ga perform di posisi itu</p><p>So promosi cepat itu belum tentu artinya bagus</p><h3><strong>Cara 2: Kita membuktikan kalau kita bisa mengisi posisi tersebut baru dikasi promosi</strong></h3><p>Coba obrolin ini sama manager lo</p><p>Bilang sama dia kalau lo berminat untuk dipromosi</p><p>Lalu lo bersedia untuk ambil kerjaan level di atas lo 6 bulan ke depan</p><p>Di akhir 6 bulan bisa dievaluate apakah lo udah berhak mengisi posisi tersebut</p><p>Bisa jadi sebenernya lo udah kompeten cuma belum dapat kesempatannya aja</p><h3><strong>Cara 3: Organisasi emang cari orang yang lebih senior</strong></h3><p>Nah move ini emang bikin patah hati</p><p>Once patah hati lo reda, coba lihat dengan lebih objektif</p><p>Siapa tau emang orang yang dari luar emang lebih tepat</p><p>Pernah gue melihat kalau dengan skala organisasi yang baru</p><p>Posisi ini ga lagi bisa ditempati sama seseorang dengan 5 tahun pengalaman</p><p>Melainkan dengan 20 tahun pengalaman</p><h2>Punya reputasi memberikan kontribusi relevan</h2><p>Punya reputasi memberikan kontribusi relevan itu ada dua komponen</p><h3><strong>Komponen pertama: Memberikan kontribusi relevan</strong></h3><p>Untuk bisa ngasi kontribusi relevan, kita harus paham apa yang diapresiasi sama organisasi</p><p>Kalau lo bisa ngasi ide kreatif tapi perusahaan fokusnya lagi cost cutting, bisa jadi sebenernya value yang lo kasi itu kurang relevan buat organisasi</p><p>Lo mungkin merasa lo perform tapi buat organisasi kontribusi lo ga relevan untuk saat ini</p><p>Kalau cara lo berkontribusi ga relevan, lo punya 2 pilihan</p><p>Lo bisa mengubah cara lo berkontribusi</p><p>Bisa juga mencari organisasi lain dimana kontribusi lo lebih relevan</p><p>Plis jangan milih untuk diam dan toxic karena hanya akan merugikan lo ke depannya</p><h3><strong>Komponen kedua: Punya reputasi</strong></h3><p>Nah kontribusi aja ga cukup kalau orang penting ga tau</p><p>Makanya kontribusi di meeting, presentasi di depan orang, kirim email update itu penting banget</p><p>Emang keliatannya buang buang waktu</p><p>Tapi itu akan memainkan peranan penting buat karir lo ke depannya</p><p>Bagian ini mungkin agak malesin buat lo</p><p>Gue juga awalnya merasa begitu</p><p>Sampai gue paham kalau ini komponen penting dalam pertumbuhan karier</p><p>Selama lo udah memberikan kontribusi, ga perlu ragu untuk mempromosikan diri lo</p><p>Gue bisa bahas caranya di episode selanjutnya</p><h2>Wrapping up</h2><p>To wrap up, gue mau nanya 2 hal</p><ul><li><p>Apa insight yang lo dapat dari post ini?</p></li><li><p>Apa yang akan lo lakukan ke depannya berdasarkan insight itu?</p></li></ul><p>Reply email ini atau balas di comment ya</p><h2>Content of the week</h2><p><a href="https://www.linkedin.com/feed/update/urn:li:activity:7196683281956757506/?updateEntityUrn=urn%3Ali%3Afs_updateV2%3A%28urn%3Ali%3Aactivity%3A7196683281956757506%2CFEED_DETAIL%2CEMPTY%2CDEFAULT%2Cfalse%29">LinkedIn - 3 Level kegagalan</a></p><p>Gak semua kegagalan itu sama. Tiap kegagalan punya solusi berbeda. Bisa mengidentifikasi kegagalan lo di level berapa akan bantu lo menanganinya dengan efektif.</p><p><a href="https://x.com/vicarioreinaldo/status/1789128313056989374">Twitter - 1 rahasia orang yang komunikasinya jago banget</a></p><p>Mereka bisa ngobrol asyik sama siapa aja, rasanya ga pernah kehabisan topik dan mudah bikin orang nyaman dan terbuka. Ternyata ada 1 praktek yang mereka lakukan dan sering disepelekan orang lain.</p><p><a href="https://www.instagram.com/p/C7BnRXVSfSg/?igsh=MWdtaDh6aTdtazN0eA%3D%3D&amp;img_index=1">Instagram - Mantra saat gue ragu-ragu dalam mengambil keputusan</a></p><p>Mantra bantu gue lebih percaya diri dan lebih kuat memegang value yang gue punya. Salah satu mantra andalan gue ketika ragu-ragu, gue ditulis di konten ini. Share juga dong versi lo.</p><p><a href="https://www.tiktok.com/@vicarioreinaldo/photo/7367325537947159814?_d=secCgYIASAHKAESPgo8bKSaxhIZzP9TL1jTRh6%2F1aHFjmx8nMpdaVED5H5Di8nXBMgOPrV3p7a489mH7I6Qx0KJQLApRwsqfotaGgA%3D&amp;_r=1&amp;aweme_type=150&amp;checksum=f02704e44ba7b6cfd5d066c6adaed8c6020d2c67e46f873788a8f4b2e93acad7&amp;mid=7075152456242219009&amp;pic_cnt=8&amp;preview_pb=0&amp;region=ID&amp;sec_user_id=MS4wLjABAAAAD1qcZ52AYnnTZXzAqZw5Cz2E92bGo-M3NDR0C-qlrS7t_wNiHfFLoVEJnVCRIy5b&amp;share_app_id=1180&amp;share_item_id=7367325537947159814&amp;share_link_id=93795f69-8700-46cb-8238-5c480e3908ff&amp;sharer_language=en&amp;social_share_type=0&amp;source=h5_t&amp;timestamp=1715997480&amp;u_code=dbl3jbe755dj53&amp;ug_btm=b5836%2Cb2878&amp;ugbiz_name=UNKNOWN&amp;user_id=6813701990435095553&amp;utm_campaign=client_share&amp;utm_medium=android&amp;utm_source=copy">Tiktok - To do list ga berguna, kalo lo salah menggunakannya</a></p><p>Sering kali to-do list malah ga membantu kita jadi produktif, justru sebaliknya. Bikin kita stress, menunda-nunda atau frustrasi karena banyak yang ga di checklist. Gue bahas penyebab dan solusinya.</p><h2>Learn more with me</h2><p>Ada dua cara untuk belajar lebih jauh sama gue</p><ol><li><p>Undang gue ke kantor lo dengan mengisi&nbsp;<a href="https://www.vicarioreinaldo.com/speaking">form ini</a></p></li><li><p>Ikut kelas&nbsp;<a href="https://bit.ly/solidpm">SOLID Project Management System</a>&nbsp;supaya lo bisa lebih produktif di pekerjaan lo</p></li></ol><div class="subscription-widget-wrap-editor" data-attrs="{&quot;url&quot;:&quot;https://www.careerbuddy.id/subscribe?&quot;,&quot;text&quot;:&quot;Subscribe&quot;,&quot;language&quot;:&quot;en&quot;}" data-component-name="SubscribeWidgetToDOM"><div class="subscription-widget show-subscribe"><div class="preamble"><p class="cta-caption">Thanks for reading Career Buddy Newsletter! Subscribe for free to receive new posts and support my work.</p></div><form class="subscription-widget-subscribe"><input type="email" class="email-input" name="email" placeholder="Type your email&#8230;" tabindex="-1"><input type="submit" class="button primary" value="Subscribe"><div class="fake-input-wrapper"><div class="fake-input"></div><div class="fake-button"></div></div></form></div></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Mungkin ini penyebab lo ga mendapat promosi biarpun performance lo bagus | #11]]></title><description><![CDATA[Dan cari tahu gimana untuk bisa mendapatkan promosi yang lo layak dapatkan]]></description><link>https://www.careerbuddy.id/p/ep-11-mungkin-ini-penyebab-lo-ga</link><guid isPermaLink="false">https://www.careerbuddy.id/p/ep-11-mungkin-ini-penyebab-lo-ga</guid><dc:creator><![CDATA[Vicario Reinaldo]]></dc:creator><pubDate>Sun, 27 Aug 2023 08:47:47 GMT</pubDate><enclosure url="https://substack-post-media.s3.amazonaws.com/public/images/13a9d120-83b5-4675-ba1d-f4f41781f8a5_1456x1048.png" length="0" type="image/jpeg"/><content:encoded><![CDATA[<p>Sebelumnya gue mau minta maaf dulu karena harusnya newsletter ini keluar di hari Sabtu</p><p>Minggu ini gue ada beberapa back to back workshop, lagi pindahan rumah, DAN jatuh sakit sehingga baru bisa kirim hari Minggu</p><p>Next week rencananya akan balik lagi ke hari Sabtu kok hehe</p><p>That being said, mari kita bahas topik yang seru di dunia perkariran yaitu promosi!</p><p></p><p>Gue pernah punya teman kerja yang performance nya sebenernya ga beda jauh sama gue</p><p>Tapi herannya, karir dia cepet banget naiknya</p><p>Sedangkan gue merasa memang ada peningkatan sih, tapi gak secepet dia</p><p>Dalam proses gue cari tau, gue ketemu salah satu artikel yang membahas komposisi untuk mencapai kesuksesan karir</p><p>Ternyata performance aja ga cukup!</p><p>Padahal selama ini, kita diajarkan bahwa kunci utama sukses adalah keahlian dan performa kita di kantor.</p><p>Gue kaget ketika baca teori yang dibikin Harvey J. Coleman yang ditulis di bukunya Empowering Yourself, The Organizational Game Revealed</p><p>Kinerja hanya berkontribusi 10% pada kesuksesan kita</p><p>Terus sisanya apa dong?</p><h1>3 Elemen Kunci untuk Sukses di Karir</h1><p>10% Performance Kinerja dan kualitas hasil yang lo berikan</p><p>30% Image Persepsi orang lain tentang diri lo</p><p>60% Exposure Orang-orang yang tau tentang hasil kerja dan image lo</p><p>Dari sini gue sadar, kalo selama ini yang gue fokusin cuma</p><ul><li><p>Gimana cara kerja yang bener?</p></li><li><p>Gimana cara kerja yang efektif efisien?</p></li><li><p>Gimana caranya upgrade skill dan pengetahuan biar makin jago problem solving?</p></li></ul><p>Gue ga peduli sama 2 aspek lainnya. Image dan Exposure.</p><h1>Eksplor 3 Elemen Kunci Karir Sukses</h1><p>Kalo lo sama dengan gue, coba deh mulai mendalami 3 aspek ini secara komprehensif. Bahkan bila perlu, mulai dengan explore 2 aspek yang punya komposisi besar itu, mengingat itu jarang dipikirin dan direncanain.</p><p>Lo bisa mulai dengan jawab 3 pertanyaan singkat untuk masing-masing aspek</p><p>Performance</p><ol><li><p>Apa kekuatan lo?</p></li><li><p>Gimana progress lo di karir?</p></li><li><p>Proyek sulit dan menantang apa yang berhasil lo tangani?</p></li></ol><p>Image</p><ol><li><p>Sudahkah lo menunjukkan kompetensi ke orang lain?</p></li><li><p>Apa yang dikatakan bos / rekan kerja lo tentang performance lo?</p></li><li><p>Apa lo menunjukkan positive attitude?</p></li></ol><p>Exposure</p><ol><li><p>Apa atasan lo tau tentang kinerja lo?</p></li><li><p>Siapa saja orang di dalam dan di luar perusahaan yang mengenal lo secara profesional?</p></li><li><p>Seberapa banyak peluang yang lo coba biar berkembang di karir?</p></li></ol><p>Setelah itu, coba mulai take action untuk membuat progress di masing-masing aspek.</p><p>Feel free juga untuk reply email ini dengan hasil refleksi lo mengenai aspek mana yang mau lo perkuat, including kalau lo ada pertanyaan gimana memperkuatnya</p><p>Good Luck!</p><h1>Content of the week</h1><p><a href="https://www.youtube.com/watch?v=QtAXrZrp-EY&amp;ab_channel=VicarioReinaldo-YourCareerBuddy">Youtube - 5 Tips mengatasi rasa gugup sebelum presentasi</a></p><p>Masih tetep nervous meski udah persiapan matang? Bisa jadi karena lo clueless sama situasi presentasi termasuk potensi kesalahan yang bisa terjadi. Gue bahas 5 kesalahan umum dan alternatif solusinya di video ini.</p><p><a href="https://www.linkedin.com/posts/vicarioreinaldo_rahasia-sukses-di-job-market-activity-7098476167002812416-GTV7?utm_source=share&amp;utm_medium=member_desktop">LinkedIn - Rahasia Sukses di Job Market Tanpa Orang Dalam</a></p><p>Punya orang dalam memang privilege, tapi kalaupun ga punya bukan berarti ga bisa sukses. Gue belajar dari teman gue membangun unfair advantage di job market dengan 6 step. Gue bahas lengkap di postingan ini.</p><p><a href="https://twitter.com/vicarioreinaldo/status/1693122330535534713">Twitter - Managing Up</a></p><p>Banyak orang mengira jadi karyawan yang hebat itu pokoknya ngikutin arahan bos dan perusahaan. Padahal ga sesimpel itu, butuh juga bangun hubungan yang solid dengan atasan. Di sini gue bahas cara kerja bareng yang efektif sama 8 tipe manager.</p><p><a href="https://www.instagram.com/reel/CwUuA45BmS9/?igshid=MmU2YjMzNjRlOQ==">Instagram - Kesalahan Manager Baru</a></p><p>Ketika pertama kali jadi manager, gue beberapa kali merasa bingung dan takut salah. Tetapi daripada tenggelam di perasaan negatif itu, gue memilih untuk cari tahu kesalahan yang biasa manager baru lakukan dan menghindarinya. Ini 3 kesalahan yang sering terjadi.</p>]]></content:encoded></item></channel></rss>