55 juta untuk kelas online, worth it?
Yuk kita cari tahu di post ini
Hi, buddy!
55 juta untuk kelas online. Worth it?
Gue nanya ke diri gue sendiri pertanyaan yang sama sebelum gue bayar. Soalnya 55 juta itu bukan angka kecil. Itu bisa liburan ke Eropa. Bisa banyak hal lain.
Setelah gue nimbang-nimbang, akhirnya gue bayar.
Di edisi ini gue mau cerita kenapa, apa yang gue dapet, dan satu pertanyaan yang pengen gue lempar balik ke lo di akhir.
Sekitar 4 tahun yang lalu gue pertama kali lihat Chris Do di sosial media. Cara dia ngomong soal bisnis langsung nyangkut.
Gue tulis di Notion waktu itu: “Beli business bootcamp-nya Chris someday.”
Someday-nya tiba tahun lalu.
Ada promo.
Harganya 55 juta.
Biasa harganya sampe 90 jutaan.
Gue buka chat ke istri: “Boleh ya? Boleh ya?” Dia akhirnya oke. Gue sikat.
Kenapa gue mau bayar semahal itu? Bukan karena gue yakin 100% bakal balik modal. Gue bayar karena gue udah cukup lama lihat dia dari jauh, cukup lama ngerasa cara berpikirnya relevan sama masalah yang gue hadapi, cukup lama nunggu budget-nya ada.
Waktu ada kesempatan, gue ga mau mikir terlalu panjang lagi.
Di edisi ini, gue breakdown tiga hal yang akhirnya bikin gue paham kenapa investasi leher ke atas itu beda sama pengeluaran lain.
Kesalahan paling umum: lo pikir waktu lo gratis
Banyak orang nolak bayar kelas karena ngerasa bisa dapet semuanya di YouTube. Secara teknis, mereka bener.
Ada yang mereka lupa hitung: waktu mereka sendiri.
Kalau lo bisa belajar skill yang sama dalam 3 bulan dari sumber berbayar yang curated, versus 12 bulan trial and error dari konten gratis yang kualitasnya ga konsisten, lo sebenarnya udah bayar.
Lo bayar pakai waktu.
Waktu ga bisa balik.
Begitu lo sadar ini, pertanyaannya berubah. Lo ga lagi nanya, “Apa ini worth 5 juta?” Lo nanya, “Apa ini bisa mempercepat hasil yang gue mau dalam 6 bulan?”
Kalau ya, 5 juta itu murah.
Mahal bukan di price tag. Mahal di berapa lama lo buang waktu untuk dapetin yang sama.
Mitos yang perlu dibunuh: “Kalau gue udah punya info-nya, gue pasti action”
Enggak. Lo ga akan.
Gue kenal banyak orang yang punya ribuan jam konten gratis di device mereka. Podcast yang belum selesai.
YouTube yang di-pause di menit ke-8.
Artikel yang di-bookmark tapi ga pernah dibuka lagi.
Informasi bukan masalahnya.
Yang nambahin urgensi buat lo untuk beneran praktik adalah rasa rugi.
Rasa rugi itu baru muncul kalau lo udah keluarin sesuatu yang terasa nyata, baik itu uang, waktu, atau komitmen publik.
Begitu lo bayar 55 juta, lo ga bisa santai di kelas. Setiap menit yang lo dengerin, ada suara kecil yang bilang: “Lo udah keluar duit, jangan sia-siain.”
Itu bukan kelemahan psikologis. Itu fitur.
Lo ga beli informasi. Lo beli alasan untuk beneran gerak.
Yang bikin ini ga worth it: beli, tapi ga praktik
Gue juga kenal orang yang beli program mahal, hadir di semua sesinya, tiga bulan kemudian ga ada yang berubah.
Bukan karena programnya jelek.
Karena dia nganggep ikut kelas udah cukup. Ngerasa kalau udah “nonton,” udah “belajar.” Padahal belajar yang beneran baru terjadi waktu lo eksperimentasi apa yang udah lo pelajari.
Kalau lo selesai ikut kelas dan ngerasa, “Ah, gue udah tahu ini semua” itu sebenarnya bukan masalah. Artinya lo udah siap eksekusi, bukan lagi butuh edukasi.
Yang jadi masalah adalah kalau lo tahu tapi tetap ga dapet hasilnya. Bukan berarti kelas-nya ga berguna. Berarti cara lo praktik ada yang kurang, atau lo belum mulai sama sekali.
Impact ga datang dari ikut kelas. Impact datang dari apa yang lo lakuin setelah kelas selesai.
Apakah itu worth it buat gue?
Sangat!
Ilmu dari kelas itu gue praktikkan di bisnis gue.
Hasilnya: gue udah balik modal lebih dari 5 kali lipat.
The best thing about ilmu & skill adalah:
Ga ada yang bisa ambil itu dari gue
Gue masih bisa meraup return on investmentnya hari ini, besok, dan selama gue bisa.
Tahun kemarin gue bisa belajar langsung dari dia selama 3 hari di Los Angeles.
Biasanya dia ngecharge 90 juta untuk 1-1 online selama 1 jam.
Gue ga perlu bayar lagi karena gue alumni dari program yang gue beli itu.
Let’s recap
Kita udah bahas tiga hal:
Waktu lo tidak gratis. “Free content” seringkali justru lebih mahal kalau dihitung pakai waktu
Bayar menciptakan dorongan psikologis untuk eksekusi, bukan sekadar akses ke informasi
Semua itu cuma berlaku kalau lo beneran praktik setelahnya
Next step
Audit budget lo sekarang, putuskan satu investasi pengembangan diri yang mau lo beli dalam 30 hari ke depan. Sesuaikan dengan budget yang lo punya, bukan yang paling mahal, tapi yang paling relevan sama masalah yang lagi lo hadapi.
Gue genuinely penasaran: apa hal paling worth it yang pernah lo beli untuk berkembang? Ga harus kelas atau produk. Bisa apa aja. Reply ke sini, gue baca semua.
Good luck, buddy!
Anyway, Ada beberapa cara untuk belajar lebih dalam sama gue, silakan pilih yang cocok sama kebutuhan lo.
Corporate Workshop Program: Udah ada 80+ organisasi yang ngundang gue buat ngisi workshop soal Strategic Thinking, Building a High-Performing Team, dan Professional Communication. Cek detailnya di sini.
Buku Solid Skills Udah ada 2.000+ orang yang udah mempelajari 5 skills yang akan bikin lo selalu relevan di dunia kerja melalui buku Solid Skills. Cek detailnya di sini.


