Apakah lo underpaid?
Cara tau berapa sebenernya gaji yang pantas buat lo dapatkan
Hi, buddy!
Minggu ini gue mau ngomongin satu kebiasaan yang hampir ga ada yang lakuin sampai mereka menyesal ga mulai dari dulu:
Kenapa kebanyakan orang baru cari kerja kalau udah frustrasi, dan kenapa itu melemahkan posisi mereka
Apa yang sebenarnya bisa lo pelajari dari interview di luar, lebih dari sekadar angka gaji
Cara melakukannya dengan benar, tanpa drama, tanpa rasa bersalah
Kebanyakan orang berpikir interview itu artinya mau pindah. Jadi mereka ga ngelakuin sampai benar-benar udah ga tahan.
Di titik itu, lo udah kehilangan leverage.
Waktu gue masih di Gojek, gue ada di posisi yang sama. Udah deliver, udah konsisten, hasil bisa diukur. Gue gatau apakah itu dihargai dengan benar oleh pasar, bukan hanya oleh perusahaan tempat gue bekerja.
Jadi gue mulai rutin interview di luar. Bukan karena mau cabut. Karena gue sadar gue gatau tahu harga gue sendiri.
9 dari 10 kali, gue pulang dengan satu kesimpulan yang sama: gue harus bersyukur sama tempat gue sekarang.
Satu kali itu, yang kesepuluh, mengubah arah karier gue sepenuhnya.
Di edisi ini, gue akan breakdown framework yang gue pakai dan yang gue ajarkan di workshop corporate gue supaya lo bisa lakukan hal yang sama: tahu nilai lo, tanpa harus cabut dulu.
Kesalahan yang paling umum: interview hanya kalau udah kepepet
Langkah pertama untuk mengelola karier dengan baik adalah berhenti menunggu sampai frustrasi dulu baru bergerak.
Gue lihat ini berulang kali di peserta workshop gue. Mereka datang bilang udah 3 tahun di tempat yang sama, udah deliver terus, gaji ga naik-naik. Ketika gue tanya kapan terakhir kali mereka tahu harga mereka di luar, mayoritas bilang ga pernah.
Kalau lo ga tah harga lo di pasar, lo ga bisa negosiasi dengan percaya diri. Lo hanya bisa berharap.
Berharap bukan strategi.
Apa yang sebenarnya lo pelajari dari interview di luar
Langkah selanjutnya adalah mengubah cara lo melihat interview di luar. Bukan sebagai tanda mau resign, tapi sebagai proses kalibrasi.
Dari satu sesi interview, ada empat hal yang bisa lo dapat:
Harga pasar lo saat ini. Bukan dari satu perusahaan. Dari sinyal beberapa perusahaan. Kalau tiga tempat berbeda offer angka yang jauh di atas yang lo terima sekarang, itu bukan kebetulan.
Skill apa yang ternyata udah kurang relevan. Kadang lo keluar dari interview dan sadar ada gaps yang ga lo lihat sebelumnya. Informasi itu mahal.
Peluang yang belum pernah lo bayangkan. Beberapa role atau industri ga akan lo temukan kalau lo ga keluar dari bubble lo sendiri.
Konfirmasi bahwa tempat lo sekarang uudah cukup bagus. Ini yang gue rasakan 9 dari 10 kali. Itu bukan kegagalan. Itu data.
Cara melakukannya: frekuensi, mindset, dan apa yang lo lakukan dengan informasinya
Langkah terakhir adalah eksekusi.
Frekuensinya: Minimal setiap 6 sampai 12 bulan. Bukan setiap bulan, itu terlalu boros energi. Bukan juga setiap 3 tahun. Pasar bergerak lebih cepat dari itu.
Mindset yang benar: Masuk ke setiap interview dengan satu pertanyaan di kepala: “Apa yang bisa gue pelajari dari ini?” Bukan “Semoga gue diterima.” Kalau lo datang dengan mindset belajar, lo ga akan kecewa apapun hasilnya.
Yang lo lakukan dengan informasinya: Ini bagian yang paling krusial. Kalau ternyata harga pasar lo jauh di atas gaji lo sekarang, jangan langsung resign. Gunakan informasi itu untuk negosiasi internal dulu. Kalau udah deliver extra miles lebih dari 6 bulan dan gaji belum naik, baru mulai sebar CV. Bukan panik, tapi reality check. Apakah benar ada yang mau bayar sesuai ekspektasi lo?
Kesetiaan ke perusahaan itu bagus. Kesetiaan yang buta merugikan lo sendiri. Lo ga akan tahu seberapa berharga lo sampai lo berani mengetes harga lo di luar.
Let’s recap
Kita udah bahas tiga hal:
Kenapa interview hanya kalau udah frustrasi itu melemahkan posisi lo
Empat hal yang sebenarnya bisa lo pelajari dari satu sesi interview di luar
Cara melakukannya: frekuensi 6 sampai 12 bulan, mindset kalibrasi, dan cara pakai informasinya
Sebagai langkah berikutnya, gue saranin satu hal konkret: jadwalkan satu interview di luar dalam 60 hari ke depan. Bukan karena lo mau pindah. Karena lo perlu tahu harga lo.
Good luck, buddy!
Ada beberapa cara untuk belajar lebih dalam sama gue, silakan pilih yang cocok sama kebutuhan lo.
Corporate Workshop Program
Udah ada 80+ organisasi yang ngundang gue buat ngisi workshop soal Strategic Thinking, Building a High-Performing Team, dan Professional Communication.
Cek detailnya di sini.
Buku Solid Skills
Udah ada 2.000+ orang yang udah mempelajari 5 skills yang akan bikin lo selalu relevan di dunia kerja melalui buku Solid Skills.
Cek detailnya di sini.

