Hey Buddy!
Minggu ini gue mau bahas tentang dilema yang sering bikin manager overthinking: gimana caranya handle bawahan yang lebih jago dari kita?
Bayangin situasi ini: Lo punya anak buah yang jago banget, pintar, potensial tinggi. Lo pengen banget naikin dia. Tapi ada satu pikiran yang ganggu terus:
“Kalau gue naikin dia, nanti gue yang kedepak”
Kedengeran familiar? Gue yakin banyak yang pernah ngerasain situasi ini.
Kenapa banyak manager stuck di mindset ini?
Kebanyakan manajer mikir kalau kesuksesan mereka itu diukur dari seberapa “irreplaceable” mereka di posisi saat ini. Jadi ketika ada anak buah yang mulai lebih kompeten, mereka ngeliatnya sebagai ancaman, bukan kesempatan.
Padahal, ini sebenarnya adalah mimpi setiap manager yang visioner.
Tapi begitu lo paham bahwa punya tim yang lebih kompeten dari lo itu justru membuka pintu ke level berikutnya, lo bakal ngeliat situasi ini dengan cara yang completely berbeda.
Setelah ngobrol sama ratusan manager di berbagai workshop gue, gue bisa bilang lo bukan satu-satunya yang struggle sama dilema ini. Bahkan manager senior pun kadang masih kepikiran hal yang sama.
Di episode ini, gue akan share perspektif yang biasa gue ajarkan di corporate workshop programs gimana caranya lo bisa memanfaatkan situasi ini jadi win-win solution, bukan lose-lose scenario.
Let’s dive in!
Reframe Perspektif Lo
Sebelum kita bahas solusinya, lo perlu ubah dulu cara pandang lo terhadap situasi ini.
Kesalahan #1: Mikir “irreplaceable” = Kesuksesan
Banyak manager yang merasa sukses ketika mereka jadi satu-satunya orang yang bisa handle tim atau project mereka. Padahal ini justru tanda lo stuck, bukan sukses.
Kesalahan #2: Ngeliat Anak Buah yang Kompeten Sebagai Ancaman
Ketika lo ngeliat anak buah yang jago sebagai kompetitor, lo justru menghambat pertumbuhan tim dan diri lo sendiri.
Kesalahan #3: Nahan Perkembangan Tim Demi Keamanan Posisi
Ini yang paling fatal. Lo ngorbanin potensi tim lo demi rasa aman yang semu.
Kenapa mindset ini berbahaya? Karena lo jadi terjebak di posisi yang sama bertahun-tahun, tim lo gak berkembang, dan lo kehilangan kesempatan untuk naik level.
3 Opsi Ketika Tim Lo Lebih Kompeten
Opsi #1: Lo Naik Lagi
Ini sebenarnya adalah scenario terbaik. Ketika tim lo udah bisa lebih kompeten, artinya lo bebas untuk melakukan hal lain.
Lo bisa fokus mikirin proyek-proyek yang lebih strategis dan bantu atasan lo. Dan kalau lo beruntung, posisi di atas lo kosong dan lo bisa mengisi juga.
Bayangin, selama ini lo sibuk dengan operational day-to-day. Begitu tim lo udah solid, lo punya bandwidth untuk contribute di level yang lebih tinggi.
Takeaway: Tim yang kompeten = tiket lo untuk naik level.
Opsi #2: Lo Pindah Tim
Bosen nggak sih kadang-kadang udah ngerjain kerjaan yang sama bertahun-tahun? Nah, sekarang akhirnya lo bisa cabut dari tim lo tanpa tim lo bakal berantakan karena ada orang yang bisa lo percaya.
Lo bisa explore project atau divisi lain yang mungkin lebih sesuai sama interest atau development path lo.
Takeaway: Successor yang solid = kebebasan untuk explore peluang baru.
Opsi #3: Lo Cabut
Yep, lo baca dengan benar. Lo dapat kesempatan untuk ngerjain proyek lain yang mungkin lebih cocok buat lo, bahkan di company lain.
Kalau memang culture atau opportunity di company lo terbatas, lo bisa pindah dengan tenang karena tim lo gak bakal collapse.
Takeaway: Strong successor = exit strategy yang smooth.
Let’s Recap
Jadi sejauh ini kita udah bahas bahwa:
Punya anak buah yang lebih kompeten itu bukan ancaman, tapi kesempatan
Ada tiga opsi yang bisa lo ambil: naik, pindah tim, atau cabut
Ketiga opsi ini sama-sama positif buat career development lo
Coba reflect sekarang: Apakah lo udah actively develop successor? Kalau belum, mulai sekarang invest waktu untuk coaching dan mentoring anak buah lo yang paling potensial.
Karena pada akhirnya, kesuksesan lo sebagai manajer bukan diukur dari seberapa irreplaceable lo, tapi dari seberapa solid tim yang lo tinggalin.
Best of luck!
Tertarik buat belajar lebih lanjut sama gue?
Ada dua alternatif yang lo punya
Corporate Training Program
Gue udah deliver leadership dan communication training buat manager di 60+ perusahaan seperti BRI, GoTo, Paragon, dan Pertamina.
Kalau lo merasa konten ini bermanfaat, lo bisa explore undang gue buat ngisi di kantor lo.
Buku SOLID Skills
Di buku ini gue share fondasi kesuksesan karier di masa depan dunia kerja melalui 5 skill paling utama yaitu: Strategic Thinking, Operational Excellence, Learning Agility, Influential Communication, dan Digital Mindfulness.

