Hey buddy!
Minggu ini gue mau bahas tentang situasi yang sering dialami sama manager:
Gimana cara ngasih feedback ke bawahan yang rajin tapi kurang kompeten?
Gue tau ini tricky banget. Di satu sisi, lo appreciate effort mereka. Di sisi lain, hasil kerja mereka belum sesuai ekspektasi.
Yang bikin challenging, lo juga ga mau demotivasi mereka atau bikin mereka down.
Kita sering mikir kalau rajin itu udah cukup. Padahal di dunia kerja, effort aja ga cukup. Kita juga butuh competence. Tapi begitu lo paham cara menyampaikan feedback dengan konstruktif, lo bisa bantu tim member lo untuk berkembang tanpa harus sacrificing relationship atau motivasi mereka.
Setelah deliver workshop leadership ke 60+ perusahaan dengan nilai kepuasan 9.5, gue bisa bilang lo bukan satu-satunya yang kesulitan dengan situasi ini. Banyak manager yang bingung gimana cara ngomongnya tanpa bikin bawahan mereka merasa diserang atau kehilangan motivasi.
Di episode ini, gue akan jelaskan apa yang biasa gue ajarkan di program corporate workshop supaya lo bisa tangani situasi ini dengan lebih percaya diri.
Let’s dive in!
3 Kesalahan Umum Manager Ketika Ngasih Feedback
Sebelum kita bahas caranya, let me share dulu kesalahan-kesalahan yang sering terjadi:
Kesalahan #1: Menunda-nunda pembicaraan
Banyak manager yang ngerasa ga enak hati, jadi mereka tunda terus pembicaraan ini. Padahal makin lama ditunda, makin awkward jadinya.
Kesalahan #2: Langsung fokus ke solusi tanpa mengakui usaha
Manager langsung bilang “Lo harus improve ini itu” tanpa appreciate dulu usaha yang udah dilakukan.
Kesalahan #3: Ngobrol di tempat umum atau via chat
Feedback sensitif kayak gini butuh setting yang proper dan personal.
Alasan kenapa kesalahan ini sering terjadi adalah karena kita ga nyaman dengan difficult conversations. Dan akibatnya, tim member kita tetap stuck di performa yang sama, bahkan bisa jadi demotivasi karena merasa effort mereka ga dihargai.
Step 1: Set Up One-on-One Meeting
Langkah pertama adalah ajak ngobrol one-on-one. Jangan di grup chat, jangan di depan tim, dan jangan sambil jalan.
Kenapa penting?
Karena ini tentang respect. Ketika lo kasih feedback di setting yang private, tim member lo akan lebih terbuka dan mau mendengar.
Contohnya:
“Gue pengen ngobrol sama lo, ada waktu ga buat one-on-one minggu ini?”
Keep it simple dan professional. Ga perlu bikin mereka anxious dengan bilang
“Ada yang penting banget nih”.
Step 2: Mulai dengan Clarity
Ketika udah ketemu, langsung to the point tapi tetap dengan empati. Jangan bertele-tele.
Template yang bisa lo pakai:
“Gue pengen ngobrol sama lo karena performance lo saat ini belum sesuai dengan ekspektasi.”
Penting banget untuk jelas dari awal supaya mereka tau ini percakapan serius. Tapi jangan lupa, sampaikan dengan tenang dan membangun.
Yang perlu dihindari: Jangan mulai dengan
“Lo rajin sih, TAPI...”
Kata “tapi” akan menghapus semua hal positif yang lo bilang sebelumnya.
Step 3: Kolaboratif Problem-Solving
Setelah lo sampaikan situasinya, ajak mereka untuk bareng-bareng cari solusi.
Kalimat yang bisa dipakai:
“Yuk kita bahas bareng gimana caranya supaya lo bisa lebih meet ekspektasi. Pertama, mari kita pahami dulu ekspektasinya di mana. Terus kira-kira saat ini challenge-nya apa, dan gimana kita bisa bareng-bareng untuk improve.”
Approach ini powerful karena:
Lo ga terlihat menyerang
Anggota tim merasa terlibat dalam solusi
Lo bisa dapet insight tentang challenge yang mungkin ga lo ketahui sebelumnya
Let’s Recap
Jadi, untuk ngasih feedback ke bawahan yang rajin tapi kurang kompeten:
Set up one-on-one meeting yang proper
Sampaikan dengan jelas tentang gap antara performa dan ekspektasi
Kolaboratif dalam mencari solusi, bukan instruksi satu arah
As the next step, gue sarankan lo untuk schedule one-on-one meeting dengan anggota tim yang performance-nya perlu improvement. Siapkan talking points lo, dan latihan dulu kalau perlu.
Ingat: This is not the most fun conversation, tapi ini yang paling penting untuk dilakukan.
Best of luck!
Tertarik buat belajar lebih lanjut sama gue?
Ada dua alternatif yang lo punya
Corporate Training Program
Gue udah deliver leadership dan communication training buat manager di 60+ perusahaan seperti BRI, GoTo, Paragon, dan Pertamina.
Kalau lo merasa konten ini bermanfaat, lo bisa explore undang gue buat ngisi di kantor lo.
Buku SOLID Skills
Di buku ini gue share fondasi kesuksesan karier di masa depan dunia kerja melalui 5 skill paling utama yaitu: Strategic Thinking, Operational Excellence, Learning Agility, Influential Communication, dan Digital Mindfulness.

