Jangan Jadi Leader, Kalau Masih Punya 9 Kebiasaan Ini |#151
Dan cara praktis gimana mengatasinya
Hi buddy
Makin ke sini gue makin sering ngeliat fenomena ini:
Banyak manager yang sebenernya pinter, kerjanya bagus, promosi karena high performer tapi pas pegang tim? Kocar-kacir.
Dari mengisi workshop leadership selama lebih dari 5000 jam, gue banyak mendengar curhatan leader baru yang bingung menjalankan tugasnya.
Bukan karena mereka gak kompeten. Bukan karena mereka kurang percaya diri.
Masalahnya, mereka secara sadar gak sadar masih kebawa kebiasaan jelek yang harusnya udah ditinggal sebelum menjadi leader.
Leadership itu bukan soal gelar, jabatan, atau kedudukan di struktur organisasi.
Itu soal kedewasaan dalam ngadepin orang lain dan pola pikir kolaboratif bukan individual. Makanya penting punya kebiasaan yang mendukung kita menjalankan peran ini.
Di episode newsletter kali ini gue bakal bahas:
9 Tanda kita belum matang jadi leader
Tips praktis untuk menyiapkan diri
Kalau salah satu dari tanda ini masih ada, sebaiknya asah dulu mental dan mindset leadership daripada bikin tim berantakan.
Toh masih banyak pilihan lain untuk naik level di karier tanpa harus jadi leader.
Buat lo yang kepikiran S2 untuk mempercepat kemajuan karier, lo bisa tonton video gue.
Di situ, gue share kenapa 97% orang gak butuh gelar S2 dan situasi apa yang bikin S2 worth it untuk dikejar.
Tonton di sini
Oke yuk lanjut ke pembahasan newsletter kali ini
9 Tanda Kita Belum Matang Jadi Leader
1. Masih Mau Menang Sendiri
Kerja tim itu kolaborasi, bukan kerja individu.
Contoh: Kalau ada ide bagus dari orang lain, tetap dipaksa pakai ide sendiri karena takut kehilangan spotlight.
Cara ngatasinnya:
Aktif nanya: “Menurut kalian gimana?” sebelum ngasi opini lo
Kasih kredit ke anggota tim tiap ada kontribusi bagus
Rayain prestasi tim, bukan prestasi personal aja
2. Gampang Kebawa Emosi
Kesel dikit langsung ngegas. Tim mikirnya bukan “gimana tugas gue”, tapi “mood dia hari ini bagus ga ya?”
Cara ngatasinnya:
Pause sebelum respon, cukup 3 detik
Fokus ke fakta & data, bukan asumsi atau emosi
Latihan mindfulness atau jalan 2 menit
3. Susah Delegasi
Semua dipegang sendiri, ngerasa cuma diri sendiri yang bisa. Ujungnya: kita burnout dan tim jadi pasif.
Cara ngatasinnya:
Delegasi proses dan outcome, bukan cuma tugas receh
Pilih orangnya berdasarkan kekuatan mereka
Terima bahwa cara orang lain beda, selama masih memenuhi 70% standar ideal, itu gak masalah
4. Gak Bisa Ngasi Feedback
Rajin ngasi kritik pedas, tapi gak bisa ngasi feedback yang solutif.
Cara ngatasinnya:
Pakai format SBI (Situation – Behavior – Impact)
Tanya: “Butuh bantuan apa dari gue”
Kasih feedback cepat dan kecil, jangan nunggu momen besar atau tahunan
5. Takut Ambil Risiko
Selalu main aman bikin tim mentok di zona nyaman. Lama-lama tim jadi ragu kalo nyoba hal baru, karena kesalahan kecil dianggap fatal.
Cara ngatasinnya:
Mulai dari risiko kecil yang terukur
Buat post-mortem tiap gagal: apa pelajaran yang bisa diambil?
Lindungi tim, punya mindset kalo kegagalan tim pasti selalu ada kontribusi kita sebagai leader. Bukan cari kambing hitam.
6. Gak Mau Denger Orang Lain
Lebih sibuk nunggu giliran ngomong daripada menyimak. Setiap saran ditolak karena dianggap ganggu “cara gue”
Cara ngatasinnya:
Nanya lebih banyak dan dengerin daripada menjawab
Ulangi insight mereka: “Kalau gue tangkep…”
Apresiasi keberanian untuk ngomong jujur
7. Gak Punya Visi
Tim ngerjain A hari ini, besok pindah B, lusa kembali ke A. Kerjaan jalan tiap hari, kayak autopilot tanpa arah jangka panjang.
Cara ngatasinnya:
Jelasin kenapa tiap proyek itu penting
Bikin prioritas, apa yang harus didahulukan
Review target besar minimal bulanan
8. Fokus Cuma Target
Angka naik, tapi semua anggota timnya demotivasi dan burnout. Alhasil performa jangka panjang hancur.
Cara ngatasinnya:
Seimbangkan hasil dan kualitas hubungan dengan tim
Apresiasi progress kecil dan setiap usaha tim
Tanyain secara berkala: “Apa yang bikin lo puas bekerja minggu ini?
9. Cuma Liat Masalah, Bukan Pola
Masalah berulang terus, tapi tiap muncul masalahnya, kita cuma kaget. Reaktif doang, gak ada antisipasi.
Cara ngatasinnya:
Catat root cause tiap kejadian (5 Whys)
Bedakan kejadian vs pola
Bikin rencana untuk mengatasi masalah yang serupa
Jadi leader bukan sekedar tentang naik jabatan, naik gaji dan dihormati.
Tapi juga tentang tanggung jawab terhadap tim dan organisasi.
Yuk introspeksi bersama, mana kebiasaan yang masih kita punya dan konsisten melakukan perubahan.
Selamat belajar!
Interested to learn with me?
Ada beberapa cara untuk belajar lebih dalam sama saya, silakan pilih yang cocok sama kebutuhanmu.
Corporate Workshop Program
Sudah ada 60+ organisasi yang mengundang saya untuk memberikan pelatihan di organisasi mereka tentang leadership. Beberapa topik yang sering saya bawakan
Strategic Thinking
Building a High-Performing Team
Professional Communication
Silakan cek detailnya di sini
Self Paced Course
473+ orang yang udah belajar project management dan strategic thinking melalui kelas rekaman yang bisa diakses dimana saja dan kapan saja.
FYI, beberapa peserta kami meminta kantor mereka mereimburse sehingga mereka bisa belajar secara gratis. Siapa tahu kantor kamu juga menawarkan benefit yang serupa.
Silakan cek detailnya di sini
Buku SOLID Skills
Sudah ada 700+ orang yang membaca buku SOLID Skills. Di buku ini gue share fondasi kesuksesan karier di masa depan dunia kerja, yaitu dengan punya 5 skill paling utama.
Strategic Thinking
Operational Excellence
Learning Agility
Influential Communication
Digital Mindfulness
Kalo lo mau baca bukunya, silakan pesan di sini
Content of The Week
LinkedIn - 9 Tipe bos yang akan kita ingat terus
Gak semua atasan bikin kita stress. Banyak juga yang bikin kita grow dan pede di karier. Bukan karena mereka paling jago, tapi karena cara memimpinnya inspiratif.
X - Manfaat ketika lo jago komunikasi
Skill komunikasi itu sering disepelekan, apalagi kalo dibandingkan dengan hard skill. Padahal skill ini bisa mempercepat kemajuan karier lo.
Instagram - Apakah S2 masih worth it untuk dikejar?
S2 bisa mempercepat kenaikan karier, tapi kadang juga gak mengubah apa-apa. Banyak orang tertarik pengen lanjut S2, tapi ketika ditanya alasannya kenapa, banyak yang bingung.
Tiktok - Orang-orang yang jago problem solving
Banyak orang cuma fokus ke solusi instan. Padahal, rahasia problem solver sejati itu ada di bawah permukaan. Kuncinya pahami masalah dulu, fokus cari akar masalah, dan gak buru-buru loncat ke solusi.

