Naik Level Tanpa Naik Gaji? Welcome to Silent Promotion Club! |#125
Apa dampaknya dan gimana menghindarinya?
Hi buddy
Beberapa waktu yang lalu, temen gue cerita lagi excited dan seneng banget karena “dikasi kesempatan lebih besar” di kantornya.
Dia nggak pindah posisi resmi, tapi tiba-tiba jadi orang yang dimintain pendapat strategis, disuruh handle proyek besar, sampai nge-lead tim kecil buat inisiatif baru.
Kerjaannya jadi dua kali lipat. Meetingnya makin padat. Weekend sering kepikiran kerjaan.
Tapi gaji? Nggak berubah sama sekali. Tunjangan juga nggak nambah. Bahkan title di LinkedIn dia pun masih sama kayak dulu.
Awalnya dia mikir: “Mungkin ini step sebelum naik level beneran.”
Tapi udah lewat setengah tahun, janji promosi nggak datang-datang. Dia mulai capek sendiri karena jam kerja udah kaya manager, tanggung jawab udah naik kelas, tapi pengakuan dan kompensasinya nihil.
Pernah mengalami yang sama? Ini namanya silent promotion. Dipromosi diam-diam, tanpa pengumuman, tanpa apresiasi, dan sering kali tanpa batas waktu yang jelas.
Di episode newsletter kali ini gue mau share:
Apa itu silent promotion?
3 Masalah dari silent promotion
Gimana cara manager dan karyawan menghindarinya?
Silent Promotion
Silent promotion itu kayak “promosi diam-diam”.
Lo dikasih tanggung jawab lebih gede, mulai dari pegang proyek penting, ngatur orang, jadi tangan kanan atasan, tapi tanpa titel baru, tanpa kenaikan gaji, dan seringnya tanpa pengumuman resmi.
Kenapa perusahaan ngelakuin ini?
Simpelnya karena lebih cepet, lebih murah, dan keliatan efisien. Mereka nggak perlu buka lowongan baru, nggak perlu rekrut orang luar, karena lo udah ngerti sistem, kultur, dan targetnya.
Kadang memang sifatnya sementara, tapi ada juga yang permanen. Bahkan sering kali gak jelas sampai kapan.
Dan yang bikin nyebelin, ini sering terjadi tanpa transparansi, tanpa dukungan ekstra, apalagi kompensasi tambahan.
Masalah dari Silent Promotion
Terus apa dampak negatifnya untuk karyawan?
1. Rentan burnout
Tanggung jawab naik, jam kerja tambah, tapi imbalannya nggak sebanding. Lama-lama capek fisik dan mental.
2. Sulit nego gaji ke depannya
Karena udah kebiasaan ngerjain kerjaan level atas dengan gaji sekarang, perusahaan bisa nge-keep itu jadi “standar lo.” Jadi susah naikin ekspektasi.
3. Karir jadi stuck
Lo sibuk ngurusin tanggung jawab baru, tapi status nggak berubah. Akhirnya kesempatan promo resmi malah ketahan, bahkan bisa di-skip orang lain.
Gimana Cara Menghindarinya?
1. Tarik kejelasan dari awal
Banyak orang gak melakukan langkah ini tapi cuma nungguin kabar dari atasan.
Nah sebaiknya begitu kita dikasih tanggung jawab baru, jangan cuma jawab “oke, gue siap.” Kita bisa bilang:
“Oke gue mau ambil ini, tapi boleh tau dulu ekspektasinya kayak gimana? Targetnya apa, dan kalau ini jalan, next step gue ke depannya apa?”
Ini bukan nuntut, tapi bikin semua pihak punya timeline dan ekspektasi yang jelas.
2. Minta definisi suksesnya apa
Jangan jalan tanpa arah, kita bisa tanya:
“Biar gue bisa deliver maksimal, ukuran keberhasilannya apa aja?”
Dengan gini, kita punya pegangan buat evaluasi dan bahan negosiasi nanti.
3. Dokumentasiin kontribusi lo secara rapi
Setiap proyek baru, catet tanggung jawab apa yang ditambahin, hasilnya apa, angka atau metrik yang membaik apa.
Contoh: “Meng-handle 2 proyek tambahan, revenue naik 15%.”
Pas nego promosi atau naik gaji, kita nggak cuma bawa cerita tapi juga bawa bukti.
4. Lakuin check-in rutin sama atasan
Jangan nunggu appraisal setahun sekali. Bikin kebiasaan ngobrol tiap 1–2 bulan:
“Gue pengen update progress, apakah udah sesuai sama yang lo harapkan?”
“Kalau gue terus deliver kayak gini, kapan kita bisa ngobrolin next step soal role atau kompensasi?”
5. Tentukan batas waktu buat diri lo sendiri
Bikin deadline internal misalnya 3–6 bulan. Kalau nggak ada kejelasan setelah itu, berarti kita harus putuskan apakah lanjut di situ dengan sadar atau cari peluang yang lebih fair.
Sebelum ini, jangan lupa untuk fokus upgrade skill dan perluas network di luar. Jadi kalo negosiasi mentok, lo punya opsi lain.
PS. Ingat upgrade skill ini gak cuma ngomongin hard skill, tapi juga soft skill. Karena di dunia kerja sekarang, soft skill bisa jadi pembeda yang mahal.
Lo bisa belajar dari buku gue, SOLID Skills. Mumpung masih pre-order, lo bisa pesan sekarang dan dapetin bonus eksklusifnya.
PS. Selain itu untuk bisa memuluskan negosiasi sama atasan, baik itu terkait gaji dan promosi, kita perlu punya skill managing up.
Kabar baiknya, gue bakal bawain webinar “Managing Up 101: Advancing Your Career Through Building Positive Relationship with Your Boss" pada Rabu 3 September 2025.
GRATIS khusus buat yang udah PO buku SOLID Skills. Yuk langsung daftar di sini aja.
Interested to learn with me?
Ada beberapa cara untuk belajar lebih dalam sama saya, silakan pilih yang cocok sama kebutuhanmu.
Corporate Workshop Program
Sudah ada 60+ organisasi yang mengundang saya untuk memberikan pelatihan di organisasi mereka tentang leadership. Beberapa topik yang sering saya bawakan
Strategic Thinking
Building a High-Performing Team
Professional Communication
Silakan cek detailnya di sini
Self Paced Course
473+ orang yang udah belajar project management dan strategic thinking melalui kelas rekaman yang bisa diakses dimana saja dan kapan saja.
FYI, beberapa peserta kami meminta kantor mereka mereimburse sehingga mereka bisa belajar secara gratis. Siapa tahu kantor kamu juga menawarkan benefit yang serupa.
Silakan cek detailnya di sini
Content of The Week
LinkedIn - Jadi Leader Gak Harus yang Paling Jago
Tim gak butuh leader yang jago segala hal. Melainkan leader yang paham dan fokus sama tugasnya, yaitu mencapai target dan membantu anggota tim untuk perform maksimal.
X - Hari-harinya High Performer di Kantor
Kerjanya gak berisik, tapi impact nya nyata. High performer fokus deliver hasil bukan caper. Biasanya ini kebiasan yang nampak di kesehariannya di kantor.
Instagram - Kenapa Gue Bangun Bisnis yang Nggak Ambisius?
Makin gede mimpinya, makin besar juga trade-off yang harus dipilih. Pertanyaannya: apakah kita siap atau gak? Kadang, jalan yang paling "wah" justru bukan yang paling cocok buat kita.
Tiktok - Dulu gue anti politik kantor, dan ini yang bikin gue berubah
Pernah ngerasa performa bagus, tapi gak kemana-mana. Mungkin sebabnya karena kita anti sama politik kantor, jadi peluang naik level di pekerjaan menjadi sempit.