Hi Buddy!
Minggu ini gue baru aja selesai bawain Building Team Culture Workshop buat tim Finance di salah satu klien gue, yang anggotanya terdiri dari beberapa kebangsaan. Ada yang dari Indonesia, ada yang ekspat, dengan latar belakang dan cara kerja yang beda-beda.
Yang menarik, salah satu bagian yang paling banyak ngebuka mata mereka adalah ketika kita bahas soal psychological safety. Banyak yang baru sadar kalau ternyata ini “secret sauce” untuk bikin tim mereka go the next level.
Di akhir workshop, peserta juga nulis komitmen mereka supaya bisa berkontribusi ke lingkungan kerja yang lebih positif
Gue seneng banget liat komitmen mereka. Kebayang banget kalau mereka lakuin ini, tim mereka pasti bakalan jadi lebih efektif lagi.
Kalau lo mau tim lo efektif juga, gue akan kulik di post ini gimana caranya.
Jadi di episode ini gue mau bahas:
Apa itu psychological safety
Kenapa psychological safety itu penting
Cara nge-assess psychological safety di tim lo
Langkah praktis untuk ngembangin psychological safety
Topik ini sering disalahpahami karena banyak orang kira tim yang high performing itu yang anggotanya paling pintar, paling banyak top performer, atau paling sering ngumpul bareng. Padahal riset Google nemuin satu faktor yang jauh lebih penting dari itu semua. Begitu lo paham psychological safety, lo bakal punya fondasi yang dibutuhkan buat bikin tim yang ga cuma deliver hasil, tapi juga ngerasa nyaman ngerjainnya.
Setelah deliver workshop di puluhan perusahaan mulai dari BUMN, perusahaan keluarga, dan perusahaan multinasional, gue bisa bilang lo ga sendirian kalau ngerasa tim lo masih sungkan ngomong, susah ngangkat masalah, atau takut salah.
Di episode ini gue bakal share framework yang biasa gue pake di corporate workshop gue, supaya lo bisa langsung praktekin di tim lo sendiri.
Let’s dive in!
Apa itu psychological safety?
Definisi paling solid soal psychological safety dateng dari Amy Edmondson, Professor of Leadership di Harvard Business School:
“A shared belief that it is safe to speak up with ideas, questions, concerns, or mistakes without fear of negative consequences.”
Simpelnya, psychological safety adalah keyakinan bersama dalam tim kalau ngomong itu aman. Aman buat nyampein ide, aman buat nanya, aman buat ngangkat concern, bahkan aman buat ngakuin kesalahan, tanpa takut bakal kena konsekuensi negatif.
Ini bukan soal tim yang nyaman doang atau tim yang selalu setuju. Ini soal tim yang berani jujur.
Kenapa psychological safety itu penting?
Riset Google lewat Project Aristotle nemuin kalau faktor nomor satu yang ngebedain tim high performing dari tim biasa bukan jumlah top performer, bukan general intelligence, bukan juga konsensus dalam decision making. Yang paling ngaruh adalah psychological safety.
Dan datanya konsisten di mana-mana:
Riset Gallup nemuin tim dengan psychological safety tinggi punya produktivitas 12% lebih tinggi dan turnover 50% lebih rendah
Studi Harvard Business Review nunjukin tim di lingkungan psychologically safe 27% lebih produktif
Riset McKinsey nemuin 89% karyawan setuju kalau psychological safety itu esensial buat perform di kerjaan
Tim dengan psychological safety yang kuat 59% lebih mungkin menghasilkan ide inovatif
Tapi yang bikin gue mikir, McKinsey juga nemuin cuma 26% leader yang berhasil bikin lingkungan psychologically safe buat tim mereka
Artinya, ini gap yang gede banget di kebanyakan organisasi. Dan dampak ke kerjaan tuh nyata: inovasi, kreativitas, employee engagement, employee wellbeing, learning & development, sampai kolaborasi semuanya bergantung di sini.
Singkatnya: positive culture. Dan positive culture inilah yang bikin tim lo bisa deliver dan tetep enjoy ngejalaninnya.
Cara nge-assess psychological safety di tim lo
Sebelum ngomong solusi, lo perlu tau dulu kondisi tim lo sekarang ada di mana. Ada 7 indikator yang nunjukin tim lo kurang punya psychological safety:
Kalau ada yang bikin kesalahan, sering dipake buat nyalahin orang itu
Anggota tim ga nyaman ngangkat masalah atau isu sulit
Ada yang nge-reject orang lain karena dianggap “beda”
Ga aman buat ngambil risiko di tim ini
Susah buat minta bantuan ke anggota tim lain
Ada yang sengaja ngelakuin hal yang ngerusak effort lo
Tim ga ngehargain dan ga ngegunain skill unik lo
Coba lo refleksiin baik-baik, dari 7 indikator itu, berapa banyak yang lo rasain di tim lo sekarang?
Before that, in case lo belum subscribe, silakan masukin email lo disini supaya lo ga ketinggalan episode terbaru kita setiap hari Sabtu
Now back to the episode
Langkah praktis untuk ngembangin psychological safety
Setelah tau gap-nya, ini 7 hal yang bisa lo lakuin buat ngembangin psychological safety di tim lo:
Treat every mistake as a learning opportunity. Jangan pake kesalahan buat nyalahin orang. Pake buat ngerti apa yang bisa diperbaiki ke depan.
Bikin semua orang nyaman ngangkat masalah dan isu sulit. Kasih ruang buat percakapan yang ga enak, karena justru itu yang bikin tim lo tumbuh.
Hargai dan terima perbedaan dalam tim. Tim yang beragam tuh strength, bukan friction.
Encourage calculated risk taking. Tim yang takut salah bakal main aman terus, dan itu bahaya buat inovasi.
Bikin culture saling bantu. Mulai dari lo sendiri. Tawarin bantuan duluan, dan minta bantuan kalo emang butuh.
Recognize dan apresiasi kontribusi orang lain dengan sengaja. Jangan tunggu performance review. Ucapin makasih ketika orang berkontribusi.
Hargai dan manfaatin skill unik tiap orang. Cari tau kekuatan tiap anggota tim, dan kasih mereka kesempatan buat pake itu.
Tantangan menerapkan framework ini
Setelah lo baca ini, lo mungkin merasa lah gue mah paham gunanya dan gue berminat. Tim gue? Boro boro.
Disini gue bisa bantu lo melalui Corporate Workshop Program gue.
Gue bisa share ke tim lo tentang pentingnya psychological safety dengan cara yang ga menggurui, santai, dan praktikal.
Ini hasil dari feedback form yang kita share setelah sesinya
Kalau lo berminat, silakan hubungi gue lewat form di web gue and we’ll be in touch
Recap
Yang udah kita bahas di episode ini:
Tim high performing itu fondasinya bukan IQ atau workload, tapi psychological safety
Psychological safety adalah keyakinan bersama kalau ngomong itu aman
Ada 7 indikator yang bisa lo pake buat nge-assess kondisi tim lo
Ada 7 langkah praktis buat ngembanginnya
Sebagai langkah selanjutnya, gue saranin lo coba satu hal kecil ini dulu: minggu ini, di meeting tim lo, sengaja ucapin apresiasi spesifik ke satu orang atas kontribusinya. Bukan generic kayak “good job”, tapi spesifik. Liat efeknya gimana ke energi tim lo.
Best of luck buddy!



