Hey buddy!
Minggu ini gue mau bahas tentang tanda-tanda lo belum solid sebagai manager.
Ada tiga hal yang sering gue temuin:
Sering ngeluh atasan maunya gak jelas
Capek banget sama politik kantor
Males ngurusin drama anak buah
Alasannya karena banyak manager mikir kalau pekerjaan utama mereka itu cuma soal eksekusi task dan mencapai target.
Padahal peran manager jauh lebih kompleks dari itu.
Tapi begitu lo paham kalau managing people, politics, dan ambiguitas itu adalah CORE job lo sebagai manager, lo akan punya mindset yang beda dalam menghadapi tantangan-tantangan ini.
Setelah delivering leadership workshop di 60+ perusahaan, gue bisa bilang lo gak sendirian menghadapi challenge ini. Di episode ini, gue akan breakdown apa yang biasa gue ajarkan di corporate workshop programs supaya lo bisa jadi manager yang lebih solid.
Let’s dive in!
Kesalahan Mindset yang Bikin Manager Gak Solid
Sebelum kita bahas cara mengatasinya, penting banget untuk tau dulu kesalahan mindset yang sering bikin manager stuck:
Kesalahan #1: Mikir kalau managing itu cuma soal task dan target
Banyak manager yang baru naik dari individual contributor masih carry mindset yang sama. Mereka fokus ke output dan melupakan pentingnya people management.
Kesalahan #2: Menganggap politics dan drama itu gangguan
Padahal ini adalah realita kerja di organisasi manapun. Resistance, conflict, dan people issues itu bukan bug, tapi feature dari pekerjaan manager.
Kesalahan #3: Expect semua hal jelas dari atas
Manager yang belum solid sering nunggu clarity dari atasan. Padahal tugas lo justru menciptakan clarity itu.
Alasan kenapa manager sering terjebak di sini adalah karena transisi dari IC ke manager itu gak mudah.
Skills yang bikin lo sukses sebagai IC belum tentu bikin lo sukses sebagai manager.
Dan akibatnya, mereka stuck di fase frustrasi dan burnout.
Jadi, ini cara memperbaikinya:
Reframe #1: Atasan Lo Maunya Gak Jelas? Itu Job Lo untuk Klarifikasi
Manager yang solid paham kalau tugas mereka adalah menjembatani gap antara visi atasan dengan realita di lapangan.
Masalahnya, banyak manager yang cuma terima arahan mentah-mentah tanpa klarifikasi. Atau sebaliknya, langsung complain tanpa berusaha memahami konteksnya.
Yang harus lo lakukan:
Actively seek clarity dengan bertanya pertanyaan yang tepat:
“Apa konteks di balik keputusan ini?”
“Apa prioritas utamanya?”
“Gimana success metrics-nya?”
Contohnya:
Atasan lo bilang “Quarter ini kita harus growth aggressive.” Instead of bingung sendiri, lo tanya:
“Apakah fokusnya ke acquire customer baru atau retain yang existing? Kalau ada trade-off antara speed dan quality, mana yang lebih penting?”
Lo gak bisa expect semua hal udah jelas dari atas. Manager solid proaktif menciptakan clarity.
Reframe #2: Politik Kantor Bukan Gangguan, Tapi Skill yang Perlu Lo Kuasai
Step kedua adalah nerima kalau navigasi politics dan cross-functional collaboration itu CORE skill manager.
Myth-nya adalah kalau lo fokus deliver results aja, semua orang bakal respect lo.
Padahal kenyataannya, lo butuh influence, relationship, dan political savviness untuk achieve goals.
Yang harus lo lakukan:
Build relationship sebelum lo butuh mereka.
Pahami agenda dan incentive tiap stakeholder.
Cari win-win solution ketimbang zero-sum mentality.
Contohnya:
Lo butuh support dari tim Product untuk prioritize feature request. Instead of langsung demand, lo approach dengan:
“Gue tau lo punya banyak competing priorities. Gimana kalau kita align dulu what success looks like untuk both teams?”
Manager solid gak ngelihat politics sebagai masalah, tapi sebagai cara kerja di organisasi.
Reframe #3: Drama Anak Buah Adalah Tanggung Jawab Lo, Bukan Gangguan
Step terakhir adalah mengubah mindset dari ‘kenapa gue harus ngurusin ini’ jadi ‘ini kesempatan gue untuk develop team’.
Kesalahannya adalah banyak manager yang prioritize task over people.
Mereka males dealing dengan resignation, demotivasi, atau conflict karena dianggap time-consuming.
Yang harus lo lakukan:
Invest waktu untuk understand what’s happening.
Create safe space untuk team members share concerns.
Address issues sebelum jadi lebih besar.
Contohnya:
Anak buah lo performance-nya turun. Instead of langsung marah-marah, lo schedule 1-on-1:
“Gue notice ada perubahan. Is everything okay? Ada yang bisa gue bantu?”
Team lo adalah asset terbesar lo. Ngurusin ‘drama’ mereka bukan distraction, it’s the job.
Let’s Recap
Jadi sejauh ini kita udah bahas kalau:
Tanda-tanda lo belum solid sebagai manager: ngeluh atasan gak jelas, capek sama politik, males urusin drama
Framework untuk jadi lebih solid: reframe mindset dari “gangguan” jadi “core responsibility”
Tiga area yang perlu direframe: clarity seeking, political navigation, people management
As the next step: Pilih satu area yang paling challenging buat lo saat ini, dan tanya diri lo:
“Gimana kalau gue lihat ini bukan sebagai masalah, tapi sebagai kesempatan untuk grow sebagai manager?”
Best of luck!
Tertarik buat belajar lebih lanjut sama gue?
Ada dua alternatif yang lo punya
Corporate Training Program
Gue udah deliver leadership dan communication training buat manager di 60+ perusahaan seperti BRI, GoTo, Paragon, dan Pertamina.
Kalau lo merasa konten ini bermanfaat, lo bisa explore undang gue buat ngisi di kantor lo.
Buku SOLID Skills
Di buku ini gue share fondasi kesuksesan karier di masa depan dunia kerja melalui 5 skill paling utama yaitu: Strategic Thinking, Operational Excellence, Learning Agility, Influential Communication, dan Digital Mindfulness.

