Cara bilang enggak tanpa keliatan ga kooperatif
"Iya" adalah utang yang harus lo bayar nantinya
Hi, buddy!
Belum lama ini gue diminta bikin workshop effective presentation sama klien gue.
Buat workshop ini, gue reflect pengalaman gue public speaking selama 18 tahun terakhir. Gue cross-check dengan beberapa course yang gue beli. Gue juga benchmark ke beberapa speaker global yang gue suka gayanya.
Dari testimoni yang gue dapat, gue optimis kalau materinya akan bermanfaat buat banyak orang. Makanya gue kepikir buat jualan kelas rekamannya. Harganya gue belum tau tapi sekitar 300-500 ribuan
Nah gue mau nanya sama lo
Now back to today’s episode
Minggu ini gue mau ngomongin kenapa manager yang ga pernah bisa bilang “enggak” pelan-pelan kehilangan timnya, dan dirinya sendiri:
Kenapa tiap “iya” yang asal sebenernya utang, dan yang nagih versi lo dua minggu lagi
Cara nolak yang bukan nutup pintu, tapi mindahin keputusan balik ke orang yang minta
Kenapa berani ga setuju sama atasan justru yang bikin karier lo jalan
Kebanyakan manager nunggu kelamaan buat belajar ini. Mereka baru sadar pas udah keburu burnout, atau pas timnya yang nanggung beban “iya” yang ga pernah mereka tepatin.
Waktu gue pertama kali jadi manager, gue bangga jadi orang yang selalu bisa diandelin. Ada kerjaan, lempar ke gue. Ada masalah, panggil gue. Ada yang ga mau ngerjain, gue yang ambil.
Gue pikir itu tandanya gue berharga. Ternyata itu tandanya gue ga punya batas.
Ada satu weekend gue lagi liburan ke Bali. Harusnya gue lagi main air di pinggir pantai sama keluarga. Bukannya nikmatin momen itu, gue malah sibuk balesin chat kerjaan karena lagi ada diskusi yang gue anggap penting banget.
Di situ gue baru sadar gue ga inget kapan terakhir kali gue bilang “enggak” ke sesuatu.
9 dari 10 kali, gue mikir bilang “iya” bikin gue keliatan kooperatif. Satu kali yang kesepuluh, gue lihat orang yang berani bilang “enggak” dengan jelas justru lebih dihormatin, bukan dijauhin. Itu yang ngubah cara gue mikir.
Di edisi ini, gue akan breakdown cara bilang “enggak” yang jujur tapi tetep jaga hubungan, supaya lo berhenti jadi manager yang dimanfaatin dan mulai jadi yang dihormatin.
Kesalahan paling umum: ngira “iya” itu gratis
Langkah pertama buat berhenti over-commit adalah sadar kalau tiap “iya” itu ada harganya.
Tiap kali lo bilang “iya” ke hal yang ga penting, lo lagi bilang “enggak” ke hal yang penting. “Enggak” ke deadline yang udah lo janjiin. “Enggak” ke tim lo yang nungguin keputusan. “Enggak” ke jam 7 malam bareng keluarga.
Mitosnya, orang ngira “iya” terus bikin mereka keliatan bisa diandelin. Padahal yang beneran ngerusak reputasi lo justru “iya” yang ga lo tepatin.
Yang nagih bukan bos lo. Yang nagih versi lo sendiri, dua minggu lagi.
Nolak yang bener bukan nutup pintu
Langkah selanjutnya adalah ganti cara lo mikir soal nolak. Nolak yang bener itu bukan bilang “ga bisa”, tapi mindahin keputusan balik ke orang yang minta.
Kebanyakan orang ngira nolak harus pakai alasan panjang dan minta maaf lima kali. Padahal yang dibutuhin cuma kejelasan.
Tiga kalimat yang ngubah cara gue nolak:
“Gue lagi pegang 3 project, mana yang mau lo deprioritize biar ini masuk?”
“Gue punya report lain yang mungkin ga sekomprehensif, tapi kayaknya udah cukup jawab kebutuhan lo.”
“Menarik banget, tapi bukan sekarang. Next time kabarin gue ya.”
Ga ada satu pun yang pakai kata “ga bisa”. Semuanya jujur, tapi tetep ninggalin pintu kebuka.
Nolak yang jelas lebih dihargai daripada “iya” yang setengah hati.
Yang paling susah: bilang “enggak” ke atasan
Langkah terakhir, dan yang paling berat, adalah berani ga setuju sama atasan lo.
Default kita pas ga setuju sama bos cuma dua: nurut atau berontak. Yang bikin karier jalan justru yang di tengah.
Mitosnya, ga setuju sama bos itu sama dengan ngajak ribut. Padahal bos lo ga butuh lo yang manggut-manggut. Dia butuh lo yang jujur lebih awal, sebelum keputusannya jadi mahal.
Caranya: setuju sama tujuannya dulu, baru tantang caranya. Bawa data, bukan baper.
Otoritas buat bilang “enggak” itu udah lo punya dari pas lo dipromosiin. Yang belum cuma izin dari diri lo sendiri buat makenya.
Let’s recap
Kita udah bahas tiga hal:
Tiap “iya” yang asal itu utang yang nagihnya lo sendiri
Nolak yang bener bukan nutup pintu, tapi mindahin keputusan balik ke yang minta
Berani ga setuju sama atasan justru yang bikin karier lo jalan
Sebagai langkah berikutnya, gue saranin satu hal konkret: minggu ini, pilih satu “iya” yang sebenernya pengen lo tarik, terus latihan bilang “enggak”-nya pakai salah satu dari tiga kalimat di atas. Kasih diri lo waktu 7 hari.
Good luck, buddy!
What’s next
Ada beberapa cara untuk belajar lebih dalam sama gue, silakan pilih yang cocok sama kebutuhan lo.
Corporate Workshop Program
Udah ada 80+ organisasi yang ngundang gue buat ngisi workshop soal Strategic Thinking, Building a High-Performing Team, dan Professional Communication.
Cek detailnya di sini.
Buku Solid Skills
Udah ada 2.000+ orang yang udah mempelajari 5 skills yang akan bikin lo selalu relevan di dunia kerja melalui buku Solid Skills.
Cek detailnya di sini.

