Kalau tim lo ga perform, lakuin pendekatan ini
90% manager ga melakukan ini dan akibatnya cukup fatal
Hi, buddy!
Hampir semua manager pernah mengalami punya anggota tim yang ga perform.
Sayangnya, kebanyakan dari mereka lompat ke kesimpulan terlalu cepat seperti
“Ah gue dapat anggota tim ga kompeten.”
“Emang ya gen z sekarang ga bisa kerja.”
“Gue suruh dia ikut training deh sama HR.”
Pendekatan ini tuh beresiko banget
Kalau lo salah diagnosa, lo akan memberikan “obat” yang ga efektif.
Ada satu manager yang cerita di sesi training kemarin.
Karena timnya ga perform, dia minta HR untuk kasi training.
Abis training, ga ada tuh perubahan berarti.
Udah si tim tersebut ga kerja karena training, perusahaan keluar duit buat bayarin, dan managernya juga jadi hopeless.
Lose. lose. lose.
Maka dari itu, di episode ini gue akan bahas teknik mendiagnosa masalah underperformance secara jitu sehingga lo bisa memberikan obat yang tepat.
Before that, quick announcement
Buat lo yang sering deg-degan tiap kali harus presentasi ke BOD — tanggal 25 Agustus nanti ada sesi gratis bareng gue. Kuotanya cuma 100 orang dan nggak ada rekaman, jadi kalau mau ikut, catat tanggalnya dari sekarang. Cek detailnya di sini.
Back to this week’s episode
Kesalahan yang paling umum: lo udah mutusin dia ga bisa sebelum ngecek apapun
Kalau lo salah di titik ini, semua yang lo lakuin setelahnya jadi sia-sia. Bukan karena caranya jelek, melainkan karena obatnya ga nyambung sama penyakitnya.
Mitosnya, manager yang baik itu yang responsif. Ada masalah, langsung turun tangan, langsung kasih jalan keluar. Kelihatan peduli. Kelihatan cepat.
Sorry to say, itu bukan responsif tapi reaktif
Solusi cepat ke masalah yang salah itu cuma cara yang rapi buat buang waktu.
Yang lebih berguna: satu percakapan terbuka sebelum lo bikin rencana apapun. Bukan "kamu harusnya begini", melainkan "menurut kamu apa yang bikin ini ga jalan?" Terus diem. Biarin dia yang ngisi.
Lo bakal kaget berapa sering jawabannya ga ada hubungannya sama skill.
Riset HBR soal feedback nemu bahwa percakapan yang beneran ngubah perilaku selalu punya satu ciri: karyawannya diajak masuk ke proses nyari solusi, bukan cuma dikasih hasil analisanya. (How to Give Tough Feedback That Helps People Grow, HBR)
Kalau emang perlu lo dampingi, transisi supaya bisa mandiri
Ini urutan yang gue ajarin di workshop corporate gue, dan sengaja dibikin cuma tiga ronde:
Ronde 1. Lo yang kerjain, dia yang ngeliatin.
Ronde 2. Dia yang kerjain, lo yang ngeliatin dan kasih feedback.
Ronde 3. Dia jalan sendiri, lo cukup terima laporan.
Mitosnya, kalau belum berubah berarti pendampingannya kurang lama. Jadi ditambah sebulan lagi. Terus sebulan lagi. Enam bulan kemudian lo masih di ronde 1 dan mulai mikir orangnya emang ga punya bakat.
Yang harus lo perhatiin bukan lamanya. Yang harus lo perhatiin adalah apa yang kejadian di ronde 2.
Kalau pas lo liatin dia bisa ngerjain dengan bener, terus balik ke pola lama begitu lo ga ada, itu bukan masalah kemampuan sama sekali. Dia bisa. Dia cuma ga mau pas ga ada yang nontonin.
Kemampuan keliatan pas lo temenin. Kemauan keliatan pas lo pergi.
Langkah terakhir: obat buat "ga mampu" bikin masalah "ga mau" makin parah
Begitu lo tahu ini soal mampu atau soal mau, penanganannya kepisah jelas:
Mau tapi belum mampu.
Ini yang paling gampang dan paling sering berhasil. Kasih contoh, kasih panduan, temenin sampai ronde 3.
Mampu tapi ga mau.
Berhenti ngajarin. Cari tahu apa yang sebenernya bikin dia jalan.
Mau dan mampu
Kasih ruang. Jangan diatur-atur, itu cara tercepat bikin dia demot
Ga mau dan ga mampu
Ini yang paling mahal kalau didiemin karena efeknya nyebar ke orang lain di tim.
Yang paling sering salah tangan itu mampu tapi ga mau. Kalau lo kasih training ke orang yang udah bisa, pesan yang dia terima bukan "gue lagi dibantu". Yang dia terima: bos gue ga ngerti masalah gue.
Ngajarin orang yang udah bisa itu artinya kita kurang peka sebagai manager.
Terus gimana cara nemu kemauannya? Mulai dari asumsi bahwa itu bukan uang. Uang naik sebentar, terus balik lagi ke garis dasar, dan lo udah kehabisan satu-satunya kartu yang lo punya.
Daniel Vassallo nulis soal ini di Only Intrinsic Motivation Lasts: tiap kali penghasilannya naik ke angka berikutnya, rasa senengnya cuma bertahan beberapa hari sebelum balik ke normal.
Yang tahan lebih lama biasanya hal-hal yang lebih ga keliatan. Ngerasa kerjaannya ada artinya. Ngerasa dipercaya. Ngerasa ada yang merhatiin selain pas dia salah.
Btw kalau di Indonesia, masalahnya juga ada orang yang ga mau dan ga mampu tapi managernya ga ngapa ngapain. Setakut itu untuk nyakitin perasaan orang atau matiin rejeki orang kalau sampe harus nge-cut. Padahal emang tugasnya manager untuk menginisiasi percakapan sulit seperti ini.
Kalau lo tertarik, gue bisa bahas di episode yang akan datang soal gimana caranya menyampaikan berita buruk dengan baik.
Let's recap
Kita udah bahas tiga hal:
Jangan terlalu mengandalkan insting dalam mengelola tim
Pendampingan yang punya ronde bikin lo tahu jawabannya tanpa nunggu berbulan-bulan
Obat buat "ga mampu” dan "ga mau" beda, dan salah kasih obat bikin keadaannya lebih jelek
Sebagai langkah berikutnya, gue saranin satu hal konkret: ambil satu nama di tim lo yang performanya lagi ga jalan, terus dalam 7 hari ke depan jalanin satu ronde di mana dia yang ngerjain dan lo cuma ngeliatin. Jangan dibantu, jangan dipotong. Catat apa yang lo liat.
Satu ronde itu bakal ngasih lo jawaban yang tiga bulan pendampingan ga pernah kasih.
Good luck, buddy!
Ada beberapa cara untuk belajar lebih dalam sama gue, silakan pilih yang cocok sama kebutuhan lo.
Corporate Workshop Program
Udah ada 80+ organisasi yang ngundang gue buat ngisi workshop soal Strategic Thinking, Building a High-Performing Team, dan Professional Communication. Cek detailnya di sini.
Buku Solid Skills
Udah ada 2.000+ orang yang udah mempelajari 5 skills yang akan bikin lo selalu relevan di dunia kerja melalui buku Solid Skills. Cek detailnya di sini.
Free Webinar “Presentasi ke BOD Tanpa Grogi”
Buat lo yang sering deg-degan tiap kali harus presentasi ke BOD — tanggal 25 Agustus nanti ada sesi gratis bareng gue. Kuotanya cuma 100 orang dan nggak ada rekaman, jadi kalau mau ikut, catat tanggalnya dari sekarang. Cek detailnya di sini.


