Hey buddy!
Minggu ini gue mau bahas tentang strategi jitu buat pede komunikasi sama top management.
Kenapa ini penting?
Banyak middle manager yang jago deliver di level tim mereka, tapi jadi grogi pas harus presentasi atau ngobrol langsung sama direksi. Padahal skill komunikasi ke atas ini yang sering jadi pembeda antara manager biasa dan manager yang naik ke level berikutnya.
Masalahnya adalah kebanyakan orang mikir kalo nervous itu cuma soal mental doang. Padahal ada sistem yang bisa dilatih supaya lo lebih confident dan perform maksimal setiap kali ketemu top management.
Setelah deliver workshop ke 60+ perusahaan dan ngobrol sama ribuan middle manager, gue tau lo bukan satu-satunya yang struggle sama hal ini. Di episode newsletter ini, gue akan share framework 4R yang biasa gue ajarkan di corporate workshop sehingga lo bisa langsung praktikkan tanpa harus ikut workshop dulu.
Sebelum itu, gue mau share rekaman free offline public workshop Mastering Difficult Conversations yang gue adain minggu lalu berkolaborasi dengan @america
Thank you yah buat yang udah datang dan belajar bareng!
Sekalian nanya dong pendapat kalian
Now, let’s dive in!
Framework 4R untuk Komunikasi Confident ke Top Management
Sebelum masuk ke framework-nya, ini kesalahan paling umum yang gue lihat:
Kesalahan #1: Langsung presentasi tanpa latihan verbal
Banyak orang cuma baca slide atau ngebayangin di kepala. Padahal otak kita proses informasi beda pas kita ngomong vs pas kita baca.
Kesalahan #2: Nganggap santai = gak persiapan
Ada yang mikir “ah santai aja nanti juga lancar”. Santai itu hasil dari persiapan yang matang, bukan excuse buat gak prepare.
Kesalahan #3: Skip evaluasi setelah presentasi
Setelah presentasi selesai, langsung move on ke tugas berikutnya. Padahal feedback dan review adalah kunci improvement.
Alasan kenapa kesalahan ini sering terjadi adalah karena kita mikir presentasi ke top management itu soal “keberuntungan” atau “bakat alami”. Akibatnya, kita gak punya sistem yang bisa dilatih dan diimprove.
So, here’s how to fix it:
Step 1: Persiapan Maksimal (Rehearsal + Ritual)
Langkah pertama adalah persiapan yang bener-bener matang, bukan cuma baca slide.
Kenapa? Karena otak kita butuh latihan verbal buat ngomong dengan smooth. Cuma baca di kepala itu gak cukup.
Yang sering salah: Orang mikir,
“Ah gue udah paham materinya kok, tinggal ngomong aja nanti”
Padahal pas ngomong beneran, sering keselip atau blank.
Yang bener dilakukan:
Rehearsal - Latihan ngomong beneran. Minimum lo rekam diri lo pake kamera HP. Lebih bagus lagi kalo lo bisa latihan sama temen atau kolega. Jangan cuma dibaca dalam hati, tapi beneran diomongin keras-keras.
Ritual - Bangun kebiasaan yang bikin perform lo maksimal. Contoh ritual gue: tidur cukup sebelum presentasi penting, olahraga pagi buat boost energi, makan sehat supaya gak lemes. Lo harus tau ritual apa yang bikin lo perform di level terbaik.
Misalnya lo ada presentasi ke CEO hari Rabu jam 10 pagi. Mulai dari Senin, lo udah rehearse verbal 2-3 kali. Selasa malem tidur cukup, Rabu pagi olahraga ringan atau meditasi 10 menit. Dengan ritual ini, lo datang dengan energi maksimal.
Step 2: Eksekusi dengan Santai (Relax)
Justru pas presentasi, yang penting adalah tetap santai supaya lo bisa jalanin apa yang udah direncanakan.
Kenapa santai itu penting? Karena pas tegang, otak lo gak bisa akses memori dengan maksimal. Lo jadi lupa poin-poin penting atau jawab pertanyaan dengan terburu-buru.
Kesalahan umum: Panik pas ada hal unexpected, kayak dapat pertanyaan sulit atau technical issue.
Yang bener dilakukan: Stay calm dan punya backup plan. Kalo dapat pertanyaan yang lo gak bisa jawab, respon profesional:
“Itu pertanyaan bagus. Biar gue gak ngasi jawaban yang kurang tepat, let me take note dan gue akan follow up setelah meeting ini dengan data yang lebih akurat.”
Contoh real: Waktu gue presentasi ke klien Fortune 100, proyektor tiba-tiba mati. Daripada panik, gue langsung bilang
“Oke, sambil kita benerin proyektornya, gue mau denger dulu apa concern terbesar Bapak/Ibu soal program ini?”
Justru diskusinya jadi lebih engaging.
Step 3: Iterasi dan Improvement (Review)
Langkah terakhir adalah terus improve dari setiap presentasi.
Kenapa review penting? Karena gak ada orang yang sekali presentasi langsung perfect. Yang ada adalah improvement 1% di setiap kesempatan.
Kesalahan fatal: Setelah presentasi selesai, langsung move on tanpa evaluasi. Akibatnya kesalahan yang sama terulang terus.
Yang bener dilakukan:
Kalo presentasi direkam, tonton lagi rekamannya. Perhatiin body language, pace ngomong, dan filler words yang lo pake.
Kalo presentasi bareng orang lain, langsung minta feedback:
“Menurut lo gimana tadi? Ada yang bisa gue improve untuk next time?”
Bikin notes spesifik. Bukan cuma “presentasi bagus” atau “kurang bagus”, tapi spesifik kayak “Next time perlu slow down pas jelasin data” atau “Perlu prepare lebih banyak contoh konkret”.
Let’s Recap
Jadi kita udah bahas bahwa komunikasi confident ke top management bukan soal bakat, tapi soal sistem yang bisa dilatih.
Framework 4R:
Persiapan - Rehearsal verbal + Ritual yang bikin lo perform maksimal
Eksekusi - Relax dan punya backup plan
Iterasi - Review dan improve 1% setiap kali
As the next step, gue mau lo jawab: Dari 3 langkah ini, mana yang paling perlu lo improve di presentasi berikutnya?
Share ya di komen atau reply email ini!
Best of luck buddy!
Tertarik buat belajar lebih lanjut sama gue?
Ada dua alternatif yang lo punya
Corporate Training Program
Gue udah deliver leadership dan communication training buat manager di 60+ perusahaan seperti BRI, GoTo, Paragon, dan Pertamina.
Kalau lo merasa konten ini bermanfaat, lo bisa explore undang gue buat ngisi di kantor lo.
Buku SOLID Skills
Di buku ini gue share fondasi kesuksesan karier di masa depan dunia kerja melalui 5 skill paling utama yaitu: Strategic Thinking, Operational Excellence, Learning Agility, Influential Communication, dan Digital Mindfulness.


